Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Kesenian Daerah Manggarai Barat (DKDMB) terus mendukung pengembangan pariwisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satunya dengan menginisiasi program duta pariwisata, yang rencananya akan digelar pada 2024 mendatang.
"Duta Pariwisata Manggarai Barat akan membantu urusan kepariwisataan, terutama dalam aspek edukasi, pengembangan, hingga promosi," ungkap Ketua DKDMB Elsye Pranda, Jumat (15/12).
Pemilihan Duta Pariwisata Manggarai Barat diawali dengan mengelar workshop, dengan para kandidat dibekali dengan pengetahuan dan indikator-indikator penilaian pemilihan duta pariwisata Manggarai Barat.
Baca juga: KPUD Manggarai Barat Kecolongan, Terpidana Lolos Jadi Caleg Tetap
Workshop yang digelar pada Jumat (15/12) di Aula SMPN 1 Komodo itu dihadiri perwakilan kandidat duta pariwisata dari sejumlah Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Tinggi di Labuan Bajo.
Melalui workshop ini, Dewan Kesenian Manggarai Barat berupaya menemukan dan menggali potensi generasi muda Labuan Bajo untuk menjadi duta pariwisata yang berkualitas sekaligus meningkatkan minat generasi muda dalam mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.
Elsye menjelaskan program Duta Pariwisata Manggarai Barat baru pertama kali dilakukan di Manggarai Barat. Menurutnya, program pemilihan duta pariwisata ini penting dilakukan mengingat Labuan Bajo merupakan bagian dari 5 Destinasi Super Prioritas (DPSP) di Indonesia.
Baca juga: Komodo Kembali Serang Warga, Satu Orang Luka-Luka
"Duta Pariwisata merupakan langkah pertama dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia di destinasi pariwisata super prioritas ini. Sosok yang dapat mempromosikan pariwisata dan budaya Manggarai Barat" jelas Elsye.
Untuk menjadi Duta Pariwisata Manggarai Barat disyaratkan berusia 17 tahun hingga 26 tahun, laki-laki dan perempuan dan belum menikah. Selain itu menguasai isu-isu kepariwisataan Manggarai Barat, budaya, kearifan lokal serta bahasa daerah.
Setelah lolos di seleksi awal, para kandidat akan dikarantina. Pada proses karantina ini para kandidat dibekali berbagai pengetahuan kepariwisataan, kepribadian serta kemampuan publik speaking.
Pada tahap akhir akan dipilih 2 Duta Pariwisata, satu laki-laki dan satu perempuan. Keduanya, akan terikat kontrak selama setahun untuk menjadi corong promosi pariwisata, kegiatan edukasi dan program lain yang berkaitan dengan kepariwisataan Manggarai Barat.
Elsye mengundang partisipasi generasi muda Manggarai Barat untuk terlibat dalam program Duta Pariwisata Manggarai Barat ini.
"Program ini juga bagian dari pengembangan diri anak-anak muda di Manggarai Barat," pungkasnya. (Z-1)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved