Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas ringan-lebat diperkirakan masih akan mengguyur puluhan daerah di Jawa Tengah mulai sore hingga malam hari. Warga diminta kembali mewaspadai bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi di perairan utara maupun selatan.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (14/11) beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah mulai mempersiapkan diri menghadapi bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota Semarang menggandeng Balai Besar Wilayah Sunga (BBWS) Pemali-Juana untuk melakukan normalisasi sejumlah sungai menghadapi ancaman banjir di daerah ini.
"Kira akan mengatasi bersama menghadapi ancaman banjir karena intensitas hujan semakin tinggi, salah satunya normalisasi sungai Babon yang kian menyempit dari lebar 30 meter hanya tinggal dua meter," ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Baca juga: Korban Rob Demak Digelontor Bantuan Pembangunan Rumah Apung
Normalisasi sungai ini, kata Hevearita, diharapkan dapat mencegah banjir karena air kiriman dari Kabupaten Semarang. Bahkan tanggul sungai yang jebol di Perumahan Dinar Mas lalu juga telah dilakukan perbaikan, termasuk perbaikan drainase di beberapa titik rawan banjir.
Senada, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Aslan Djunaid mengatakan antisipasi menghadapi bencana banjir telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Selain mempercepat pembangunan tanggul laut, juga dilakukan perbaikan tanggul Sungai Bremi, dan sungai lainnya karena rawan jebol dan meluap saat musim hujan.
Baca juga: Antisipasi Banjir Pemkab Hulu Sungai Tengah Normalisasi Dua Sungai Besar
Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah kembali mengingatkan warga di beberapa daerah rawan bencana untuk waspada, karena cuaca dengan intensitas hujan Ringan-Lebat masih tetap berlangsung di puluhan daerah, bahkan semakin meningkat hingga puncaknya terjadi Januari mendatang.
Petugas BMKG Jawa Tengah Harits Selasa (14/11) mengatakan cuaca cerah berawan diperkirakan berlangsung Pagi hingga siang, namun pada sore hingga awal malamakan turun hujan ringan yakni Kebumen, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Pekalongan,Tegal, Bumiayu, dan Majenang.
Sedangkan hujan ringan-sedang pada malam, demikian Harits, diperkirakan terjadi di Ungaran, Salatiga dan Semarang, hujan sedang: Mungkid dan Ambarawa serta hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi, Blora, Temanggung, dan Magelang. (Akhmad Safuan/AS)
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 4 Semarang masih membatalkan belasan perjalanan kereta api pada Senin (19/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Pasangan pengantin tetap menggelar resepsi meski banjir menggenangi lokasi acara akibat tingginya curah hujan di Pekalongan.
Hingga Minggu (18/1) sore, ribuan penumpang membatalkan tiket perjalanan dari wilayah Daop 4 Semarang, maupun stasiun keberangkatan lainnya akibat banjir Pekalongan.
Upaya mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNi AL dan Pemprov Jabar.
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta mempercepat langkah mitigasi banjir di Jakarta menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan menargetkan normalisasi 12 sungai
Normalisasi sungai ini merupakan ikhtiar konkret untuk mengurangi dampak banjir dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian.
AKADEMISI Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, I Nengah Muliarta mengingatkan pemerintah daerah (pemda) di Bali untuk segera melakukan normalisasi sungai.
Hal ini diperkirakan karena saat ini sedang memasuki masa pancaroba dari cuaca kemarau ke penghujan
Normalisasi sungai merupakan upaya untuk mencegah terjadinya banjir di musim penghujan nanti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved