Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAWASAN distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog diperketat melibatkan satuan tugas pangan.
"Kami juga melibatkan kepala pasar dan koperasi pasar untuk melakukan pengawasan kepada pedagang pasar agar menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET)," tegas Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang Dodot Tri Widodo, Kamis (19/10).
Sejauh ini, Perumda Tunas sebagai distributor beras SPHP telah menyuplai tujuh pasar, yaitu pasar Dinoyo, pasar Blimbing, pasar Gadang Lama, pasar Lesanpuro, pasar Oro-Oro Dowo, pasar Sukun, pasar Klojen dan pasar Besar.
Baca juga : Bulog Sulselbar Kekurangan Stok Beras
Pengecer sudah menjual sebanyak 33.720 ton beras bulog tersebut sejak 5 Oktober sampai sekarang. Pedagang menjual beras SPHP Rp54.500 per kemasan 5 kg. Pembelian dibatasi 2 kemasan atau 10 kg untuk sekali transaksi.
Sedangkan mekanisme distribusi beras SPHP hanya disalurkan ke pengecer di pasar-pasar tradisional. Para pengecer dilarang melakukan over sak, yakni mengganti kemasan atau memindahkan beras SPHP ke sak atau karung yang lain.
Baca juga : Mendagri Dorong Pemda Ikut Jaga Stok Komoditas Beras
Adapun sanksi atas pelanggaran ketentuan itu adalah pengecer tidak diberikan jatah untuk menjual beras SPHP. "Di depan toko beras ditampilkan HET Rp10.900 per kg atau Rp54.500 per 5 kg," ucapnya.
Pantauan di Pasar Bunulrejo, animo masyarakat dalam membeli beras SPHP sangat tinggi karena harga lebih murah ketimbang beras jenis lainnya.
Suwardi, pedagang di Pasar Bunulrejo, mengatakan beras paling murah adalah beras bulog. "Pembelinya banyak sehingga cepat habis bila tidak dibatasi 2 sak," tuturnya.
Ia mengungkapkan menerima kiriman beras SPHP sebanyak 100 sak per 2 pekan sekali. Beras sebanyak itu cepat terjual. (Z-4)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved