Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras premium di sejumlah pasar tradisional di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, merangkak naik. Kenaikan beras diduga terjadi akibat pasokan menipis. Sedangan musim tanam baru mulai dilakukan Juli. Warga juga mengeluhkan kondisi beras premium yang tidak sesuai harganya.
Petani Toto Sontani, 59, warga Kampung Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi mengatakan harga beras di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan cukup tinggi lantaran produksi gabah di tingkat petani menurun drastis hingga pasokan menipis. Di sisi lain, harga beras premium naik.
"Kenaikan beras sangat berat bagi masyarakat. Untuk beras premium saja pedagang menjual seharga Rp13.500, Rp14 ribu, hingga Rp15 ribu per kg. Kenaikan ini disebabkan, karena sejumlah petani sudah melakukan tanam, pengolahan lahan dan sebagian sudah pemupukan, hingga kebutuhan gabah di tingkat petani merangkak cukup tinggi," katanya, Minggu (17/8/2025).
Toto mengatakan produksi gabah di tingkat petani sudah memasuki masa tanam dan pengolahan lahan. Harga gabah di tingkat petani, ujar dia, mengalami kenaikan cukup tinggi seperti gabah kering giling (GKG) Rp 8.000 ribu per kg dan gabah kering panen (GKP) Rp 7.000 per kg.
"Harga beras yang dijual di pasaran selama ini memang tidak sesuai kualitas lantaran sulit dimakan. Setelah dimasak mengeluarkan air dan cepat basi," ujarnya.
Sementara itu, Winda, 40, warga Cimerak mengatakan harga beras di pasaran sudah mengalami kenaikan untuk kualitas beras premium. Kenaikan beras membuat para konsumen mengeluh karena harganya mencapai Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kg. Beras premium yang digelontorkan oleh pemerintah, ujar dia, cepat basi ketika dimasak.
"Beberapa hari ini kami membeli beras dari operasi pasar murah dilakukan pemerintah Kota Tasikmalaya dengan harga Rp60 ribu kemasan 5kg dan setelah dimasak adanya perbedaan, salah satunya keluar air hingga kondisi basi," pungkasnya. (H-4)
DI tengah mahalnya harga beras dan ketidakstabilan harga bahan pokok lainnya, sejumlah warga kurang mampu di Ciasem, Kabupaten Subang, terpaksa menjadi pengais sisa panen padi.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengancam agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan kebutuhan pangan. Soal permasalahan beras, ia memperingatkan penggilingan beras skala besar
TINGGINYA harga beras saat ini, tak begitu saja dinikmati oleh para petani di Purwakarta Jawa Barat, yang terbebani dengan harga pupuk dan obat pertanian yang mahal.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras ke pasar tetap berjalan, meskipun beberapa ritel modern sempat mengalami kekosongan beras premium.
Dengan HET premium itu, risikonya ada pabrik yang tidak berani produksi karena harga bahan baku gabah dan dari petani masih tinggi.
Kelangkaan beras premium di pasaran terjadi karena produsen sudah telanjur memproduksi beras premium yang tidak sesuai standar.
Dalam kegiatan ini, Polsek Pamanukan menjual beras Bulog SPHP seberat 5kg dengan harga Rp 60.000 per kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved