Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN stunting (tengkes) menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebanyak dua juta butir telur akan dibagikan kepada anak terindikasi stunting di Kalsel.
"Kita mengapresiasi upaya Pemprov Kalsel dalam menekan angka stunting ini. Apalagi dalam waktu yang dekat Pemda akan menggelontorkan telur sebanyak dua juta biji bagi anak yang terindikasi stunting. Pemberian protein hewani sangat berdampak menurunkan secara langsung stunting," tutur Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, Ramlan, Selasa (17/10).
Ditambahkan Ramlan, sangat penting peran Pemda untuk memantau kecukupan pangan terutama beras dan diversifikasi pengganti pangan seperti singkong, jagung, dan ubi jalar di tengah masyarakat. "Kalau ketersediaannya kurang maka harus dilakukan operasi pasar dan berupaya mendorong agar petani menanam tanaman pangan dalam rangka kecukupan pangan," ujarnya.
Baca juga: Indonesia Ekspor 500 Ribu Butir Telur Ayam ke Singapura
Kondisi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras, dan penurunan produksi bahan pangan seperti singkong, jagung, dan ubi jalar dapat berdampak pada stunting di pedesaan. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi memadai, terutama pada anak-anak.
Ketika harga bahan makanan pokok naik dan produksi makanan pokok alternatif menurun, akses masyarakat pedesaan terhadap makanan bergizi dapat terbatasi. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya asupan gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak, pada gilirannya dapat meningkatkan risiko stunting.
Baca juga: Menkes Tegaskan Pentingnya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan
Selain itu, rendahnya variasi makanan yang tersedia juga dapat menjadi faktor kontributor terhadap stunting. Jika masyarakat terbatas dalam makanan yang mereka makan karena ketersediaan dan aksesibilitas, anak-anak dapat mengalami defisit gizi.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengingatkan kembali tentang target penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024 mendatang. "Tahun 2024 sudah di depan mata, kita semua harus mempercepat penanganan stunting ini, termasuk peran PKK," kata Sahbirin.
Saat ini, angka stunting di Kalsel tercatat sebesar 24,6 persen. Kalsel menjadi tiga besar provinsi dengan penurunan stunting tertinggi di Indonesia yakni 5,4 persen, dari sebelumnya 30 persen pada 2021. (Z-6)
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
GUBERNUR Kalimantan Selatan Muhidin mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan meski terdapat perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan membentuk dan merekrut 50 orang relawan Komando Cadangan (Komcad) guna memperbesar dan memperkuat kemampuan TNI.
Pembahasan tidak hanya menyangkut koordinasi lintas sektor antara daerah dan pusat.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menyediakan Program Mudik Gratis Pemprov Kalsel bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran 2026 di kampung halaman.
ANGGOTA Komite 1 DPD dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Hidayattollah atau yang akrab disapa Dayat El mengatakan pengelolaan dan pengawasan dana desa harus dikuatkan.
SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali terendam banjir seiring kondisi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang melanda sejak beberapa waktu terakhir. T
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved