Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SITI Atikoh Supriyanti menjadi pembicara tamu dalam acara peluncuran dan bedah buku berjudul 'Narasi Nutrisi dan Kesehatan di Zaman Pasca-Kebenaran' di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Prov. Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/10).
Atikoh mengatakan, pentingnya literasi informasi terkait gizi dan kesehatan dalam menghadapi penyebaran informasi palsu atau hoaks. Istri dari bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo itu mengingatkan bahwa informasi yang salah terkait dengan kesehatan dan gizi dapat memiliki dampak serius pada masyarakat.
"Kalau kita bicara tentang hoaks itu tidak hanya kaitan dengan politik, agama, tetapi juga kesehatan dan pangan. Literasi secara umum, itu memang kita masih PR, apalagi literasi terkait dengan gizi," kata Atikoh yang juga alumni Fakultas Pertanian, UGM tersebut.
Baca juga: Tahun Pemilu, Dunia Dikhawatirkan bakal Dibanjiri Disinformasi
Atikoh mengungkapkan bahwa literasi informasi, terutama terkait gizi, masih merupakan tantangan besar, terutama ketika informasi hoaks mudah menyebar di media sosial.
Ia menekankan perlunya mengajarkan masyarakat untuk memverifikasi sumber informasi dan memahami isu-isu kesehatan dengan lebih baik.
Baca juga: Jusuf Kalla Pilih Posisi Netral di Pemilu 2024
"Ketika kita bicara literasi, ada langkah-langkah, misalnya sumbernya dipercaya atau tidak," tutur Atikoh yang juga Magister of Public Policy di National Graduate Institute for Policy Studies, Tokyo, Jepang.
Menurut Atikoh, sangat penting sumber informasi yang terpercaya, bahasa yang mudah dimengerti tentang gizi dan kesehatan hingga pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu kesehatan.
Ia menyatakan, literasi informasi terkait gizi dan kesehatan ini harus dilakukan oleh semua pihak dengan menggunakan bahasa sederhana.
"Ini perlu kerja sama dari kita semua bagaimana kita bisa memberikan literasi kepada masyarakat, tentang bahasa-bahasa sederhana," tutur Atikoh.
Selain itu, Atikoh juga membahas perubahan dalam persepsi terhadap ahli di era media sosial, di mana seseorang dengan banyak pengikut bisa dianggap sebagai pakar meskipun belum tentu memiliki keahlian yang sesungguhnya. Sehingga, informasi tentang gizi dan kesehatannya bisa salah informasi.
"Kita agar tidak termakan hoaks terkait gizi dan kesehatan itu penting sekali, kita harus tahu sumbernya bisa dipercaya atau tidak," kata Atikoh usai kegiatan.
Dalam buku itu juga dibahas soal kebugaran. Menurut Atikoh, pentingnya perawatan fisik dan olahraga dalam menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun. Ia menyebut bahwa angkat beban, lari dan aktivitas fisik lainnya berperan penting dalam menjaga massa otot dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"(Dalam buku) ini menjelaskan usia 40 tahun ke atas itu harus benar-benar konsen terhadap strike training, karena kita masa ototnya itu sudah mengalami penurunan," pungkas Atikoh menceritakan isi buku tersebut.
Sementara penulis buku, Sunardi Siswodiharjo mengatakan buku ini dikemas dengan ilmiah, namun bahasanya sederhana dan bisa dimengerti semua kalangan masyarakat. Ia berharap buku ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia karena bersifat edukasi. (Z-7)
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved