Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMODITAS bahan pokok beras saat ini terpantau stabil di harga tinggi, setelah mengalami kenaikan harga cukup significant. Harga kebutuhan pokok lainnya cenderung stabil, kecuali cabai yang mengalami kenaikan.
Berdasarkan pantauan Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Dinkopdag dan UKM) Kabupaten Temanggung, Sabtu (23/9), komoditas beras jenis IR64 saat ini stabil di kisaran harga Rp14.500 per kilogram (kg). Beras jenis yang sama dengan kualitas di bawahnya rata-rata ditawarkan dengan kisaran harga Rp 10.800 per kg.
Komoditas lainnya seperti minyak goreng curah stabil pada Rp13.500 per liter kemasan premium dan Rp18.000 per liter dan kemasan sederhana Rp14.500 per liter.
Baca juga: Lagi, Harga Beras di Pesisir Gresik Hampir Rp16 Ribu per Kg
Harga ayam pedaging cenderung turun Rp1.000 per kg, yakni dari semula Rp37 ribu menjadi Rp36 ribu. Harga daging ayam kampung stabil Rp95 ribu per kg, dan harga daging sapi masih Rp135 ribu per kg. Harga telur turun dari Rp26 ribu per kg menjadi Rp25.500 per kg.
"Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional, harga bahan pokok cenderung stabil, stoknya juga cukup, aman. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga karena permintaan dari warga yang meningkat," kata Kepala Dinkopdag dan UMKM Temanggung, Ponco Marbagyo.
Baca juga: Presiden Klaim Semua Harga Bahan Pangan Turun, kecuali Beras
Menurut Ponco, hanya komoditas cabai dan bawang yang mengalami kenaikan harga. Di Pasar Temanggung kenaikan harga cabai rata-rata Rp10 ribu per kg. Harga cabai merah keriting stabil pada Rp30 ribu per kg. Harga cabai rawit merah naik dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg.
Cabai rawit hijau naik Rp5.000 per kg dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. Sedangkan harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kg, atau naik rata-rata Rp5.000 per kg. (Z-3)
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved