Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI hari keempat, kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Sadai Pilang Belitung belum juga berhasil di padamkan. Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa mengatakan hingga hari keempat api yang membakar tumpukan sampah di TPA Gunung Sadai masih menyala.
"Hari pertama malam itu, api sudah sempat padam, tapi paginya kembali menyala,"kata Mikron. Kamis (7/9).
Ia menyebutkan tim mengerahkan beberapa mobil damkar untuk terus berupaya padamkan api. Selain mengerahkan beberapa mobil damkar. Pemadaman api juga dilakukan dengan mengerahkan alat berat.
Baca juga: Kebakaran di Bukit Teletubbies Bromo Diduga karena Ulah Pengunjung
"Sudah tiga hari ini alat berat membongkar tumpukan sampah yang ada bara apinya, tapi sayang api masih menyala dan belum berhasil dipadamkan."ujarnya.
Kendati demikian tim gabungan dari berbagai instansi terus berjuang memadamkan api, baik dengan damkar maupun alat berat.
Baca juga: Kerugian Akibat Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Capai Rp38,7 Juta
"Hingga saat ini upaya pemadaman terus dilakukan. Memang terbilang sulit karena banyaknya tumpukan sampah yang mudah terbakar,"ungkap.
Salah satu pemicu api sulit dipadamkan, karena terdapat gas metana, sehingga saat terkena panas akan mudah terbakar.
Ia memastikan kendati api terus menyala pihaknya tidak akan minta bantuan BNPB untuk pemadaman dengan water bombing.
"TPA ini kan jauh dari permukiman warga jadi tidak mengganggu, makanya kita tidak gunakan helikopter untuk pemadaman,"ungkap dia.
Siapkan Masker N95
Kendati TPA Gunung Sadai Belitung jauh dari pemukiman warga. Namun untuk mengantisipasi gangguan asap dari tumpukan sampah yang terbakar. BPBD setempat menyiapkan masker N95.
Kepala BPBD Babel Mikron Antariksa mengatakan saat ini masker N95 sudah disiapkan dan akan dibagikan kepada masyarakat.
"Antisipasi saja kalau masyarakat yang beraktivitas terganggu, makanya kita siapkan masker," kata Mikron.
Masker N95 tersebut menurutnya akan dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar TPA, atau akan di bagikan langsung ke rumah rumah warga yang ada di daerah tersebut.
"Segera kita bagikan, karena asap sampah terbakar ini baunya menyengat sangat mengganggu pernapasan,"ujarnya.
Pihaknya berharap TPA yang terbakar tersebut segera padam, agar tidak mengganggu warga yang melintas atau beraktifitas di wilayah itu.
(Z-9)
MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengakui secara terbuka bahwa hampir seluruh daerah di Indonesia belum mampu mengelola sampah secara tuntas.
Daerah yang masih mengoperasikan tempat pembuangan akhir (TPA) dengan metode open dumping secara otomatis tidak akan masuk dalam klasifikasi Adipura.
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq menekankan pengelolaan sampah bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi sebuah tanggung jawab yang mendesak.
Sampah yang diangkut ke Sarimukti tidak hanya dilakukan pada 14 TPS resmi yang dikelola pemerintah, tapi juga menyasar TPS liar.
PEMERINTAH tengah berproses untuk menghentikan praktik open dumping di 343 TPA di seluruh Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyebutkan penutupan ini akan dilakukan bertahap
Peralihan dari sistem pembuangan terbuka ke sistem pengelolaan sampah terintegrasi membuka peluang bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved