Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat untuk mengatasi kekeringan pada musim kemarau. Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz mengatakan rapat koordinasi yang dilakukan bertujuan untuk mengantisipasi inflasi hingga mendukung sektor pertanian dan mengurangi dampak buruk kekeringan di Kabupaten Garut. Namun, pada musim kemarau panjang yang terjadi menekankan perlunya evaluasi maupun peningkatan langkah yang sudah diambil.
"Kekeringan yang terjadi kemungkinan masih panjang sehingga apa yang sudah laksanakan kita evaluasi kekurangannya hingga kita harus perbaiki dan selanjutnya langkahnya. Namun, kami meminta semua SKPD melaporkan apa yang dilaksanakan dalam rangka penanganan dampak kekeringan ini sudah berjalan sesuai dengan rencana," katanya, Rabu (6/9).
Baca juga: 9 Kecamatan di Temanggung Krisis Air Bersih
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh mengatakan musim kemarau yang terjadi berdampak pada kekeringan hingga menyusutnya kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Namun, kekeringan yang terjadi berdampak kepada 19 kecamatan. Kini statusnya status siaga bencana, tapi ada 10 kecamatan dalam kondisinya tanggap darurat bencana kekeringan.
"Kami masih melihat perkembangan sampai tanggal 10, karena tanggal 10 ini adalah akhir dari tanggap darurat 10 September sehingga apa mau dilanjut, diperpanjang atau cukup selesai di tanggal 10. Karena, memang selama musim kemarau berdampak pada kekeringan hingga kebutuhan air bagi masyarakat masih dibutuhkan," ujarnya.
Baca juga: Volume Waduk Jatiluhur Menyusut
Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan dua langkah penanganan bencana kekeringan dengan mendistribusikan kebutuhan air bersih ke daerah terdampak dan membangun infrastruktur penyediaan air bersih melalui kerja sama dengan TNI dan Polri. Akan tetapi, masa tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Garut dilakukannya selama 14 hari.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memanfaatkan air bersih secara efektif mengingat dan petugas selama ini melakukan pendistribusian air memiliki kesulitan dalam melaksanakan suplai air yang jaraknya cukup jauh. Namun, selain ketersediaan air bersih tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi normal dan diharapkan supaya menghemat air, tetapi jika masih mengalami kekurangan melapor kepada call center 117 supaya unit reaksi cepat mendistribusikannya," paparnya. (Z-3)
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved