Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 13 desa di sembilan kecamatan wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Sembilan Kecamatan tersebut adalah Selopampang, Kaloran, Kranggan, Pringsurat, Tlogomulyo, Tembarak, Kandangan, Bejen, dan Bulu.
"Sejauh ini kami sudah menyalurkan bantuan air bersih ke 33 titik di 13 desa yang tersebar di 10 kecamatan,"terang Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Toifur Hadi, Selasa (5/9).
Menurut Toifur kawasan yang mendapatkan bantuan air bersih itu akibat sumber airnya telah mengering. Jumlah lokasi yang mengalami krisis air bersih dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang. Atas kondisi itu, pihak BPBD Kabupaten Temanggung menjalin kerjasama dengan instansi lain, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyalurkan bantuan air bersih.
Baca juga: Volume Waduk Jatiluhur Menyusut
"Kami sudah berkoordinasi dengan PMI dan sanggup untuk memasok air di daerah kekeringan dan mendatang kami juga akan koordinasi dengan PDAM," kata Toifur.
Disebutkan, dari sembilan kecamatan terdampak krisis air bersih, terparah ada di Kecamatan Kranggan. Yakni Desa Ngropoh dan Desa Gentan. Di kedua desa itu terdapat 10 titik yang disaluri bantuan air bersih. Di Desa Ngropoh terdapat empat titik, yaitu Dusun Belisan, Cikalan, Joho, dan Dukuh, sedangkan di Desa Gentan terdiri atas Dusun Gentan, Suruh, Wonogiri, Sejarak, Setro, dan Kalimayung.
Baca juga: Kekeringan, Krisis Air Bersih dan Karhutla di Pantura Jateng Meluas
Bantuan air bersih, kata Toifur, tidak hanya didistribusikan ke masyarakat umum, tetapi juga sekolah. Sejumlah sekolah yang membutuhkan bantuan air bersih tersebut, antara lain SDN 2 Kembangsari Kecamatan Kaloran, SDN 2 Jetis, dan SDN 1 Tanggulanom Kecamatan Selopampang, SMPN 3 Bulu, dan MI Darut Thulab Kecamatan Tembarak. (Z-3)
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
Banjir bandang dan longsor di Ngawen, Gunungkidul mengakibatkan belasan rumah rusak, kendaraan terseret air, dan akses jalan terputus. Cek detail kerugiannya.
Tembok SMPN 182 Jakarta sepanjang 65 meter roboh diduga akibat tanah urukan labil. BPBD DKI memastikan tak ada korban amun drainase sekolah tersumbat total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved