Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Banjir Agam, 2 Jembatan Darurat yang Baru Dibangun Hilang Terbawa Arus

Andhika Prasetyo
12/2/2026 10:59
Banjir Agam, 2 Jembatan Darurat yang Baru Dibangun Hilang Terbawa Arus
Alat berat sedang memasang jembatan darurat yang sebelumnya dibawa arus sungai.(Antara)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa arus banjir Sungai Batang Nanggang akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Rabu (11/2) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan kedua jembatan darurat tersebut dibangun dari batang pohon kelapa dan tidak mampu menahan derasnya aliran sungai saat hujan lebat.

“Dua jembatan darurat yang dibangun dari pohon kelapa hanyut karena arus sungai cukup besar,” kata Rahmat, Kamis.

Ia menjelaskan, jembatan pertama berada di kawasan Masjid Syuhada yang menghubungkan Sawah Laweh dengan Kampuang Pili, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan. Sementara jembatan kedua berada di Jorong Subarang Aia yang menghubungkan Koto Alam dengan Subarang Aia, di nagari yang sama.

Kedua jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun untuk memulihkan akses warga pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Selain merusak jembatan, banjir juga meluap hingga ke jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang menuju Bukittinggi dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Banjir dan longsor juga terjadi di Kecamatan Tanjung Raya, menyebabkan sebanyak 170 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman, seperti sekolah dasar, masjid, rumah kerabat, dan rumah tetangga.

Sementara itu, Kepala Jorong Subarang Aia, Irlan, mengatakan warga setempat kini terisolasi akibat putusnya jembatan yang merupakan satu-satunya akses dari Subarang Aia menuju Koto Alam.

“Jembatan darurat itu menjadi akses utama warga untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan, serta anak-anak pergi ke sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat kepolisian saat ini tengah membangun jembatan Bailey sebagai solusi sementara untuk membuka kembali akses transportasi warga.

Sebagai informasi, Kecamatan Palembayan sebelumnya dilanda banjir bandang yang menimbulkan dampak besar, dengan 146 orang dilaporkan meninggal dunia, 32 orang hilang, serta ratusan rumah dan lahan pertanian mengalami kerusakan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya