Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak El Nino atau kemarau terhadap gagal panen yang memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi. Harga kebutuhan pokok di Kalsel dalam beberapa waktu terakhir terus bergerak naik.
"Kita akan mengambil langkah-langkah untuk menekan harga pangan dan inflasi. Salah satunya dengan menggalakkan pasar murah di sejumlah daerah," tutur Pelaksana tugas Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira, Rabu (30/8).
Menurut Fajar, upaya Pemprov Kalsel dalam mengendalikan inflasi cukup berhasil, angka inflasi terus bergerak turun dari 6 persen pada akhir 2022 menjadi 3,93 persen pada Juli 2023. Namun, El Nino yang dapat berdampak pada kenaikan harga pangan dan memicu inflasi diakui menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Baca juga: BMKG Sebut El Nino Bakal Berlanjut Sampai 2024, Berdampak pada Polusi Udara
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kalsel, harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut terus bergerak naik. Harga beras lokal di sejumlah sentra perdagangan rata-rata Rp22 ribu per kilogram untuk jenis siam biasa dan Rp28 ribu per kilogram jenis siam mutiara. Harga beras medium dan sihirang rata-rata Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
Telur ayam ras per kilogram Rp30 ribu, telur ayam kampung Rp55 ribu dan telur itik Rp48 ribu. Daging ayam ras Rp28 ribu per kilogram dan daging ayam kampung mencapai Rp78 ribu. Sedangkan daging beku Rp100 ribu per kilogram dan daging has luas Rp150 ribu serta has dalam Rp160 ribu.
Baca juga: Ekonom: Hadapi El Nino, Inflasi Harus Dijaga Konsisten Rendah
Harga cabai juga melambung mencapai Rp100 ribu untuk rawit tiung dan Rp130 ribu jenis rawit hijau dan rawit merah. Bawang putih Rp27 ribu dan wortel Rp16 ribu per kilogram. Sebelumnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel berkerja sama dengan Badan Pangan Nasional menggelar kegiatan Pangan Murah pada 28-29 Agustus di halaman kantor DPKP Kalsel guna membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (Z-6)
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan memperkuat pengawasan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Satgas memusatkan pemantauan di Pasar Inpres Manonda, Kecamatan Palu Barat.
MENJELANG bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat mengantisipasi gejolak harga dan mutu pangan.
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merangkak naik mendekati Ramadan 1447 Hijriah.
MENTERI Perdagangan Budi Santoso memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok) stabil dan pasokannya tersedia menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.
Pelaku usaha pemotongan daging sapi di RPH Jatimulya Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved