Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Tahap II, PT Hutama Karya (Persero) mengakselerasi rencana pembangunan jalan tol Ruas Rengat-Pekanbaru Seksi Lingkar Pekanbaru (Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru) sepanjang 30,57 km.
Adapun rencana pembangunan jalan tol ini sejalan dengan 78 tahun Kemerdekaan Indonesia untuk terus melaju menuju Indonesia maju.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan pembangunan tol ini akan terkoneksi dengan tiga ruas JTTS, yakni jalan tol Ruas Rengat-Pekanbaru, Ruas Pekanbaru- Bangkinang, dan backbone Trans Sumatra Ruas Pekanbaru-Dumai.
Baca juga : Wamen BUMN: Penyelesaian Tol Trans Sumatra Tahap 1-2 Butuh Dana Rp30 T
"Penandatanganan kontrak proyek akan dilakukan pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September mendatang. Kita berharap dengan terhubungnya konektivitas infrastruktur jalan tol ini dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan Provinsi Riau menjadi epicentrum Sumatra," kata Koentjoro, Senin (21/8).
Koentjoro menjelaskan jalan tol yang ditargetkan selesai dan dioperasikan pada akhir 2024 ini juga dapat meningkatkan arus pelayanan distribusi barang dan jasa dari arah Sumatra Barat menuju ke Riau, mengurai kemacetan dalam Kota Pekanbaru.
Baca juga : Lepas 2 Ruas Tol ke INA, Hutama Karya Kantongi Rp20,5 T
Dengan begitu, kendaraan logistik dari arah Sumatra Barat menuju Sumatra Utara sudah dapat langsung toll - to - toll, serta memudahkan konektivitas ke berbagai tempat pariwisata, salah satunya seperti Candi Muara Takus.
Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Febry Calvin menjelaskan progres terkini serta manfaat jalan Tol Lingkar Pekanbaru jika terhubung. "Saat ini proses pengadaan lahan sedang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN bersama Kementerian PUPR dan pemerintah daerah. Tidak hanya mendukung distribusi logistik, jalan tol ini juga dapat menunjang mobilitas masyarakat," ujar Febry.
Sebagai informasi, kontraktor pembangunan jalan tol ini akan dilakukan oleh anak usaha Hutama Karya yakni PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dengan scope pekerjaan meliputi konstruksi galian dan timbunan badan jalan, jembatan, junction Pekanbaru, rest area dan gerbang tol. Sementara rencana fasilitas struktur yang nantinya akan melengkapi jalan tol ini di antaranya, 3 underpass, 6 overpass, 3 interchange, 3 gerbang tol, dan 1 pasang rest area tipe A.
Pembangunan jalan tol ini nantinya juga akan didukung oleh sejumlah penggunaan digital construction diantaranya Building Information Modelling (BIM) dan Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, mengefisienkan waktu pengerjaan dan hasil yang tepat mutu.
Sementara itu, untuk mengatasi tantangan tanah lunak, dalam pelaksanaan pekerjaan proyek akan menggunakan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Preloading pada struktur tanah timbunan dan penggunaan konstruksi Pile Slab diatas tanah lunak dengan kedalaman lebih dari 10 meter.
Untuk diketahui, Hutama Karya telah mengoperasikan dua ruas JTTS di Provinsi Riau, yakni Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Bangkinang (31 km) dengan Data Lalu Lintas Harian (LHR) pada bulan Juli lalu mencapai 5.477 dan Jalan Tol Ruas Pekanbaru- Dumai (151 km) dengan Data LHR di bulan yang sama mencapai 17.917.
Dari trafik yang cukup signifikan ini, jika nantinya terkoneksi dengan Tol Lingkar Pekanbaru akan semakin meningkat lagi.
Pertumbuhan ekonomi yang impresif di wilayah Sumatra akan berdampak positif bagi Indonesia. Melalui kemajuan ekonomi nasional yang baik, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya di regional ASEAN sebagai pemain kunci kemajuan ekonomi wilayah, Epicentrum of Growth.
Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sepanjang sekitar 1.021,5 km, termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi. Untuk ruas tol konstruksi 411,5 km dan 610 km ruas tol operasi.
Adapun ruas yang telah beroperasi secara penuh diantaranya yakni Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (141 km), Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189 km), Tol Palembang-Indralaya (22 km), Tol Medan Binjai (17 km), Tol Pekanbaru-Dumai (132 km), Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2-6 (50 km) serta Tol Binjai-Langsa Seksi 1 (12 km), Tol Bengkulu-Taba Penanjung (18 km) dan Tol Pekanbaru-Bangkinang (31 km). (Z-4)
PT Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% untuk rute menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Astra Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman mereka.
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
Pemudik Jambi–Palembang via Bayung Lencir dialihkan ke Lintas Tengah (Sarolangun–Lubuk Linggau) mulai 16 Maret 2026. Simak rute alternatif mudik Lebaran 2026 dan kondisi Tol Betejam.
PENINGKATAN trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) terus terjadi seiring berlangsungnya pergerakan Mudik Lebaran 2026
PT Hutama Karya menggelar Apel Siaga Mudik Lebaran 2026 sebagai langkah memperkuat kesiapan operasional dan layanan di Trans Sumatra.
SECARA kumulatif, total trafik harian pada ruas tol Trans Sumatra yang telah beroperasi mencapai 120.757 kendaraan, atau meningkat 28,78% pada libur Isra Mikraj dibandingkan trafik normal.
MENGANTISIPASI lonjakan arus lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) rest area di Tol Trans Sumatra beroperasi 24 jam penuh.
Di balik skema mega strategis ini, hambatan di lapangan tidak bisa diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah pengadaan lahan, yang membutuhkan lebih dari 35.000 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved