Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN petani bawang merah di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihadapkan dengan situasi yang tidak menyenangkan. Masa panen saat ini harga bawang merah merosot tajam hingga paling mahal hanya dihargai Rp8.000 per kilogram.
"Minggu-minggu awal bulan lalu, harga masih pada kisaran Rp14.000 per kilogram. Namun sekarang ditawar Rp8.000 per kilogram sudah sangat baik," kata seorang petani bawang merah di Srigading, Kapanewon Sanden, Suroto, Minggu (20/8/2023).
Dengan harga yang sekarang, untuk mengembalikan pembelian bibit saja tidak tercapai. "Bukan karena kualitas, tetapi karena bersamaan dengan daerah lain yang panen raya. Di Jawa Timur, harga bawang merah juga turun tajam," kata Suroto.
Baca juga: Fenomena El Nino, 1.685 Keluarga Klaten Krisis Air Bersih
Untuk mencegah kerugian lebih besar, tambah Prawirorejo, yang juga tetangga Suroto, petani memanen dan menyimpannya di rumah. Bawang merah tersebut, imbuhnya, akan dijual pada saat harga membaik. Diakui, risiko menyimpan bawang merah dalam waktu yang relatif lama yaitu terjadi penurunan bobot.
Namun kondisi sebaliknya dengan petani cabai merah besar. Saat ini harga cabai merah besar mencapai Rp22.000 per kilogram.
Baca juga: Diduga Kelalaian Pemandu, Bapak-Anak Asal Jepang Alami Kecelakaan Flying Fish di Tanjung Benoa Bali
"Harga cabai merah besar jenis imperial ini masih cukup menguntungkan," kata Tri Juwanto. Ia mengungkapkan, tanaman cabai merah biasanya ditanam secara tumpang sari dengan tanaman bawang merah atau tanaman lain.
Model penanaman tumpang sari, oleh kalangan petani dilakukan untuk mencegah kerugian yang besar jika harga panen salah satu tanaman yang dibudidayakan di satu lahan itu mengalami kemerosotan. "Jadi kalau seperti sekarang harga bawang merah merosot, petani masih tertolong dengan harga cabai merah besar yang relatif tinggi," kata petani di Sanden tersebut.
Para petani, imbuhnya, sudah hafal dengan kebiasaan fluktuasi harga kedua jenis tanaman tersebut. Menurut pengalamannya, ketika harga bawang merah tinggi, harga cabai merosot. Namun sebaliknya jika harga bawang merah anjlok, harga cabai cukup menolong. Karena itu, ujarnya, kebanyakan petani menanam kedua jenis tanaman ini secara tumpang sari. (Z-2)
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Cabai tersebut akan dijual dengan harga Rp58 ribu per Kg -nya. Hal itu juga sebagai upaya dari pemerintah untuk membantu masyarakat ditengah naiknya harga cabai merah di pasaran.
Harga cabai merah di Sumatra Utara masih melambung tinggi meski Pemerintah Provinsi Sumtra Utara sudah mengintervensi pasar dengan mendatangkan 50 ton cabai dari Jawa.
HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak sebulan terakhir terus meningkat.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Di momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, banyak anggota masyarakat yang juga menggelar hajatan pernikahan.
Sebaliknya, harga beras di beberapa pasar justru terkoreksi. Rata-rata harga beras turun Rp250 hingga Rp500 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved