Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 45 halte bus yang ada di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) akan dibongkar. Halte yang dibangun dengan menggunakan uang rakyat yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, dibongkar karena sudah tidak terawat lagi.
Kabid Sarana dan Prasaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Panji Kharismadi di Bandung mengatakan, pembongkaran puluhan halte bus yang selama bertahun-tahun ini berdiri di atas trotoar, di tepi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung karena tidak lagi terawat.
"Beberapa halte yang akan dibongkar tersebut seperti halte-halte berbentuk kapsul, bahkan tak pernah difungsikan sejak selesai dibangun beberapa tahun lalu, warga menjulukinya "halte hantu"," ujarnya.
Baca juga : Puluhan Warga Tertipu, Dijanjikan Pekerjaan di Bandung Zoo
Menurut Panji, ke-45 halte bus itu rencananya akan dibongkar pada tahun ini dan pembongkaran halte bus bukan kali ini dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Tahun lalu pun, imbuhnya, ada 21 halte bus sudah dibongkar dengan alasan yang sama.
"Pembongkaran dilakukan karena, secara fungsi, halte-halte tersebut sudah tidak layak, ke-45 halte yang kami usulkan untuk dibongkar di antaranya halte di Jalan Riau, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Sukabumi," lanjutnya.
Baca juga : Uang Studi Tur Anak SMAN 21 Bandung Rp400 Juta Dibawa Kabur, Pelaku Pegawai Travel
Saat ini kata Panji, kondisi haltenya sudah tidak layak, banyak yang rusak. Ada juga halte yang sudah tidak berfungsi akibat adanya rekayasa lalu lintas seperti Jalan Cipaganti dan Sukajadi. Selain halte TMB, sejumlah halte angkutan umum juga akan dibongkar.
"Untuk membongkar satu halte dibutuhkan dana Rp 8 juta hingga Rp 11 juta dan nanti hasil pembongkaran nantinya akan dijual dan uangnya akan masuk ke kas daerah," lanjutnya.
Nantinya terang Panji, hasil penjualan halte-halte yang dibongkar itu, puluhan kali lebih sedikit dari biaya pembongkarannya.
"Bongkaran satu halte paling laku di jual Rp200-an ribu, kecuali halte kapsul, bisa sampai Rp 1 juta. Saya tidak mengetahui berapa biaya yang dulu dikeluarkan untuk membangun setiap haltenya. Namun, diperkirakan setidaknya perlu Rp 60 juta untuk membangun satu halte," sambungnya.
Namun yang perlu diketahui, ucap Panji, Dishub tidak serta merta membongkar halte-halte yang rusak dan tak berfungsi tersebut. Mekanismenya, setelah diusulkan, Pak Sekda disposisi ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Kemudian BPKAD ke Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang untuk mengapprasialkan. (Z-4)
Jakarta kini telah menerapkan sistem kecerdasan buatan pada sistem lampu lalu lintas yang memungkinkan kendaraan ambulans dan pemadam kebakaran dapat melintas lancar.
Dia menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan peristiwa terbakarnya halte tersebut imbas unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pergeseran lokasi halte Kebon Sirih untuk arah Blok M ke halte temporer, efektif berlaku mulai Minggu (22/9) pukul 10:00 WIB.
Transjakarta telah selesai merevitalisasi 46 halte. Semua kini sudah siap digunakan dan dijamin dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan.
KEBAKARAN melanda Halte Transjakarta Rute Tendean, tepatnya di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan Jakarta Selatan Senin (14/8) sekitar pukul 17.40 WIB.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved