Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono menegaskan bahwa pembangunan halte Trans-Jabodetabek di wilayah ibu kota sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Ia mengklaim seluruh kebutuhan fasilitas pemberhentian bus di dalam wilayah Jakarta telah dituntaskan.
“Problem utamanya Trans-Jabodetabek, kalau yang wilayahnya Jakarta maka kami yang bertanggung jawab untuk membangun haltenya. Dan semuanya sudah kita lakukan,” ujar Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Namun, kendala muncul ketika layanan tersebut bersinggungan dengan wilayah administrasi di luar DKI. Pramono mengakui tidak semua pemerintah daerah (pemda) penyangga bersedia atau siap memfasilitasi pembangunan halte di wilayah mereka masing-masing.
“Tetapi problemnya adalah tidak semua daerah kemudian mau untuk membangunkan halte itu. Karena kami juga mendapatkan komplain, tanpa menyebut daerahnya ya, bahwa belum ada halte,” ungkapnya.
Perluasan Rute Tetap Berjalan
Kendati terkendala fasilitas di daerah penyangga, Pramono menegaskan program Trans-Jabodetabek tidak akan dihentikan. Menurutnya, layanan ini merupakan instrumen krusial untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Sekali lagi yang namanya Trans-Jabodetabek ini tujuan utamanya adalah untuk memudahkan orang menggunakan transportasi umum,” tegas Pramono.
Saat ini, telah tersedia tujuh trayek aktif ditambah satu rute baru Cawang–Cikarang yang memperluas jangkauan layanan lintas wilayah. Selain itu, Pemprov DKI tengah menyiapkan rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang telah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan.
“Secara prinsip sudah mendapatkan persetujuan dan izin dari Kementerian Perhubungan,” tandasnya.
Keluhan Pengguna di Bekasi
Kondisi di lapangan memang menunjukkan adanya ketimpangan fasilitas. Aan, 35, seorang pekerja swasta asal Jatiasih, Bekasi, menyayangkan sikap Pemerintah Kota Bekasi yang belum menyediakan halte layak untuk rute B41 (Cawang-Bekasi).
Menurut Aan, antusiasme warga Jatiasih sangat tinggi, terlihat dari antrean panjang yang sudah mengular sejak pukul 06.00 WIB. Namun, tanpa bangunan halte yang memadai, calon penumpang terpaksa telantar saat cuaca buruk.
"Kasihan, kadang kalau hujan kita semua dempet-dempetan meneduh di kanopi warung," ujar Aan kepada Media Indonesia.
Titik pemberhentian bus di kawasan tersebut saat ini hanya mengandalkan trotoar di depan bekas warung kelontong sebagai area tap-in dan tap-out. Akibatnya, antrean penumpang kerap mengganggu arus pejalan kaki di trotoar.
"Minimal ada kanopi atau atap yang teduh untuk menunggu sih bang," tambah Aan. Ia berharap pemerintah setempat segera merespons kebutuhan masyarakat akan infrastruktur pendukung transportasi publik yang manusiawi. (Far/P-2)
Seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik
Targetnya, layanan ini harus sudah beroperasi penuh sebelum memasuki periode mudik Lebaran guna membantu mobilitas warga menuju bandara.
Trayek tersebut akan menjadi etalase utama bagi transportasi publik Jakarta di mata dunia,
Pemprov DKI tengah melakukan finalisasi terhadap kesiapan armada bus serta infrastruktur pendukung di sepanjang rute tersebut.
Oleh sebab itu, Pemprov DKI melakukan sejumlah cara untuk mengatasi kemacetan TB Simatupang, mulai dari penyempitan area proyek galian sehingga ruang lalu lintas dapat terbuka lebih luas.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan banjir Jakarta yang sempat merendam 123 RT telah tertangani cepat. Ia mengaku sejak pagi langsung mengawal penanganan di lapangan.
Gubernur DKI Pramono Anung akan memanggil pihak terkait untuk mengevaluasi izin lapangan padel usai keluhan warga soal kebisingan.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
Pramono menilai rentang waktu WFA yang panjang harus dimanfaatkan sebagai instrumen pengendali arus mudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved