Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Wilayah di sekitar Cirebon, Jawa Barat, khususnya Majalengka, sudah memasuki awal musim kemarau. Tanda-tandanya sudah terasa saat ini dan salah satunya adalah embusan angin kencang.
"Awal kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali," tutur Plt Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Ahmad Faa Iziyn , Senin (15/5).
Menurut Ahmad, hujan di wilayah Cirebon masih berpotensi terjadi namun jumlah, curahnya di bawah 50 mm per dasarian atau per 10 hari.
Baca juga:
> Kota Cirebon Siap Jadi Destinasi Wisata Utama di Jawa Barat
> Banjir Terparah Rendam Rumah di Kecamatan Waled Cirebon
Awal musim kemarau di wilayah Cirebon, lanjut Ahmad, ditandai dengan adanya tiupan angin kencang. Kecepatan angin antara 25 knot atau 46 km per jam.
Kecepatan angin tersebut menurut Faiz cukup kuat dan masyarakat diimbau untuk waspada dengan kemungkinan dahan atau pohon tumbang dan debu yang berterbangan.
Suhu udara diprakirakan akan terus naik. Berdasarkan historis, data suhu tertinggi di Majalengka dan sekitarnya mencapai 36 hingga 38 derajat celcius.
Baca juga: DPR Apresiasi Polresta Cirebon Hadirkan Mudik Lancar, Aman, dan Nyaman
Tati, warga Majalengka, mengaku cuaca di Majalengka cukup panas. Debu juga sudah mulai beterbangan. "Angin kencang, jadi debu berterbangan," tuturnya.
Setiap keluar rumah Tati mengaku selalu menggunakan masker untuk melindunginya dari debu.
Selain itu Tati juga mengaku sekarang mencuci pakaian pada malam hari. Tujuannya agar pakaian tidak rusak akibat terkena sinar matahari. Pakaian yang dijemur juga kering walau hanya kena angin saat malam. "Besoknya sudah kering, tinggal seterika," tuturnya. (Z-6)
Aksi bersih-bersih pantai ini dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Cirebon bersama organisasi kemasyarakatan dan pelajar
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Perlancar aliran air saat hujan deras turun, pemasangan jaring penahan sampah dilakukan di Kota Cirebon.
Pada 2025 lalu, pemkot sudah melakukan normalisasi di 14 sungai dengan total panjang sekitar 9 km.
Penelitian dilakukan melalui metode rekayasa rancang bangun dan uji performa dengan parameter kapasitas cacahan, konsumsi bahan bakar, dan kualitas hasil potongan.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Pada 2025 produksi jagung mencapai 134 ribu ton, dengan luas areal tanam sekitar 18.456 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved