Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH dan sekolah di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir. Tahun ini untuk ketiga kali rumah warga terendam banjir akibat luapan sungai.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rumah warga di lima desa di Kecamatan Waled terendam banjir. Masing-masing ialah Desa Mekarsari, Gunungsari, Karangsari, Ambit, dan Ciuyah.
Banjir diakibatkan sungai Ciberes dan terjadi pada Senin (1/5) sekitar pukul 19.00 WIB. Junaedi Ismanto, 32, warga Desa Mekarsari, menjelaskan banjir yang menerjang semalam dan hingga pagi hari belum surut merupakan banjir ketiga yang terjadi selama tahun ini. "Yang ini terparah," tuturnya, Selasa (2/5).
Baca juga: Malang Dihantui Bencana Banjir
Biasanya, lanjut Junaedi, banjir hanya datang dan cepat surut. Namun, kali ini banjir masih merendam rumah warga hingga pagi.
Warga lain, Uun, 43, mengaku lelah dengan banjir yang terus terjadi. "Kalau bisa ada penanganan permanen, biar enggak kebanjiran terus," tutur Uun. Banjir yang merendam rumah warga memiliki ketinggian beragam, mulai 20 cm hingga 50 cm.
Baca juga: Pulang Silaturahmi, Kakak Adik di Depok Tewas Terseret Banjir
Selain rumah warga, banjir juga merendam sejumlah sekolah di daerah Waled. Ketua PGRI Kecamatan Waled, Maman Sumantri, menjelaskan setiap kali hujan turun dan Sungai Ciberes meluap, sejumlah sekolah di antaranya SDN Ciuyah, SDN Karangsari, SDN Gunungsari, dan MI Al Muawanah diterjang banjir, "Termasuk hari ini," tutur Maman.
Namun banjir yang menerjang sejumlah sekolah mulai surut. Hari pertama masuk sekolah ini justru dimanfaatkan siswa untuk membersihkan kelas masing-masing. (Z-2)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Tim dinkes juga melakukan pengecekan kondisi dapur, kualitas air, IPAL, hingga kebersihan peralatan masak dan makan.
Kesamaan pandangan dalam menciptakan lingkungan tetap bersih melalui penanganan sampah berkesinambungan harus menjadi perhatian semua pihak
Dari total alokasi sebelumnya sebesar Rp121,6 miliar, Kabupaten Cirebon hanya akan menerima Rp72,2 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved