Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA bersaudara yakni satu perempuan dan satu laki-laki ditemukan tewas saat mereka sedang merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah di Jalan Tawakal RT 003 RW 17, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat. Dua bersaudara tersebut tewas akibat terseret banjir saat hujan deras pada Selasa (25/4) sore hingga malam.
Keduanya terseret arus ketika sedang berjalan di gorong-gorong air sepulang silaturahim dari rumah kerabatnya. Keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa. Satu korban berinisisl S 12 tahun (Laki-laki) dan satunya lagi berinisial N 17 tahun (Perempuan).
Sejak dapat laporan, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok dibantu oleh warga langsung melakukan pencarian.
Baca juga: Banjir Bandang di Lahat, Satu Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Lematang
Satu korban (S) berhasil ditemukan pada pukul 20.00 WIB. Namun karena sudah malam pencarian dihentikan kemudian dilanjutkan Rabu (26/4) hari ini.
Korban pertama yang ditemukan semalam yakni (S) langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Cagar Alam Selatan, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
Baca juga: Kakek Hilang Tiga Hari di Ciamis Ditemukan Tersangkut di Batu Sungai
"Korban pertama telah berhasil ditemukan pukul 20.00 WIB. Jasadnya ditemukan di radius kurang lebih 90 meter dari lokasi kejadian dan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kasie Penyelamatan DPKP Kota Depok, Tessy Haryati Rabu (26/4).
Tessy mengatakan dalam pencarian lanjutan pihaknya menemukan (N).
“Korban kedua yang kami temukan sudah tidak bernyawa. Korban N, kita temukan berada di dalam sebuah akar batang pohon yang terdapat sumber mata air. Jasad korban perempuan tersebut saat ditemukan menggunakan baju warna pink, dan kuku menggunakan kutek,” katanya.
Saat jasad perempuan (N) dievakuasi, kata Tessy, 13 anak buahnya terkena gigitan ular. Saat proses pencarian ada 13 anggota DPKP Kota Depok terkena gigitan ular. Karena di lokasi ditemukan banyak ular weling.
“Semalam ada 13 orang kena gigit, hari ini 1 orang, jadi jumlah anggota yang kena gigitan ular jadi 14 orang,” kata Tessy.
Diakui dia ada kendala yang dihadapi saat proses pencarian korban. “Kendalanya ini banyak ular weling di sini dari semalem banyak ular dan kita udah tangkep,” ujarnya.
Selain itu, di lokasi kejadian, dasarnya penuh dengan lumpur dan rumput. Di dalamnya juga ada ruang kosong yang berkemungkinan berisi air setinggi 60 cm.
Dengan kondisi seperti itu, sambungnya akhirnya petugas harus diganti tiap satu jam sekali. Total petugas yang dikerahkan sebanyak 50 orang terdiri dari 13 petugas DPKP Depok dengan 2 tim penyelam di dalamnya.
Selain itu ada relawan juga seperti Tagana dan PMI serta Pramuka juga kepolisian.
“Ini berbeda yang dipake untuk rekayasa penyelamatan dalam air dengan di darat. Jadi sirkulasi itu setiap 1 jam harus berganti pasukan. Total 50 orang,” ujarnya.
Dihubungi terpisah Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metropolitan Pancoran Mas Iptu Abu menuturkan, mulanya kedua korban kemarin sore hendak pulang ke rumah selepas Idul Fitri. Kondisi jalan di lokasi sedang banjir dan air meluap dengan ketinggian sekitar 50 cm.
“Warga sempat menolong. Tapi kedua korban hanyut terbawa arus air dan tenggelam di rawa yang merupakan tempat penampungan air,” katanya.
Saat ini kedua korban sudah dibawa ke rumah duka. Korban kakak adek tersebut sudah dimakamkan oleh keluarga.
“Kedua jenasah sudah dibawa ke rumah duka di Cagar Alam Selatan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok dan sudah dimakamkan,” pungkasnya.
(Z-9)
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Total delapan santriwati terseret arus Sungai Lusi saat hendak mencari kerang setelah mengunjungi rumah ustaz di bantaran sungai.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Proses evakuasi berlangsung cepat serta terkoordinasi dengan baik.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved