Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kecepatan Tinggi Berujung Maut, Minibus Tenggelam di Kanal Koridor RAPP Pelalawan

Basuki Eka Purnama
13/1/2026 10:50
Kecepatan Tinggi Berujung Maut, Minibus Tenggelam di Kanal Koridor RAPP Pelalawan
Kondisi mobil minibus yang masuk dalam kanal di Pelalawan Riau ketika dilakukan evakuasi terhadap penumpang di dalamnya.(ANTARA/HO-Polres Pelalawan)

SEBUAH kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Sebuah mobil minibus terjun ke dalam kanal yang mengakibatkan dua orang penumpang di dalamnya meninggal dunia pada Senin (12/1) sore.

Korban diketahui berinisial BAF, 34, yang bertindak sebagai pengemudi, dan TEY, 44, sebagai penumpang. Keduanya merupakan warga yang sedang melintas di jalur koridor perusahaan tersebut sebelum kendaraan yang mereka tumpangi kehilangan kendali dan berakhir di dasar kanal.

Kronologi Kejadian

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pelalawan, AKP Rizkyan Tatit Hanafi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat kendaraan melaju dari arah Pangkalan Kerinci menuju arah Langgam. 

Setibanya di lokasi kejadian, mobil diduga dipacu dengan kecepatan yang tidak sesuai dengan kondisi medan.

"Kendaraan melaju dari arah Pangkalan Kerinci menuju arah Langgam. Sesampainya di Kilometer 10 Desa Rantau Baru kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sehingga pengemudi kehilangan kendali," ujar AKP Rizkyan dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Selasa (13/1).

Jalur yang dilintasi merupakan jalan koridor yang secara fisik masih berupa pengerasan tanah dan batu. Akibat kecepatan tinggi tersebut, mobil tiba-tiba bergerak ke arah kanan jalan. 

Sopir diduga tidak sempat melakukan pengereman yang efektif hingga kendaraan menghantam pembatas tanah di pinggir jalan dan langsung meluncur ke dalam kanal.

Upaya Penyelamatan yang Kandas

Kedalaman kanal membuat mobil langsung tenggelam dalam waktu singkat. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), muncul dugaan kuat bahwa kedua korban sempat berupaya keluar dari kendaraan saat air mulai masuk ke kabin. Namun, besarnya tekanan air dan posisi mobil yang terbalik menjadi penghambat utama.

"Diduga korban berusaha menyelamatkan diri, tetapi tidak berhasil keluar dari kendaraan saat tenggelam," ungkap AKP Rizkyan.

Proses evakuasi yang dilakukan petugas Satlantas Polres Pelalawan berlangsung dramatis. Kondisi mobil yang berada di dasar kanal mengharuskan petugas mendatangkan alat berat untuk mengangkat bangkai kendaraan ke permukaan. 

Setelah mobil berhasil diangkat, petugas baru bisa mengeluarkan jenazah BAF dan TEY untuk dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi dan melakukan analisis terhadap kondisi fisik kendaraan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya