Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Majalengka, Jawa Barat, merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, termasuk budidaya sorgum.
Sorgum adalah tanaman yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi lahan, tahan kekeringan, dan memiliki nilai gizi tinggi, sehingga sangat cocok sebagai pakan ternak seperti ternak ruminansia dan unggas.
Namun, salah satu tantangan pemanfaatan sorgum sebagai bahan pakan adalah proses pencacahan yang memerlukan tenaga besar dan waktu lama. Saat ini, peternak di Majalengka umumnya menggunakan metode manual atau peralatan sederhana untuk mencacah tanaman sorgum. Ini membuat proses pencacahan butuh waktu lama dan hasil pencacahan tidak seragam sehingga mempengaruhi kualitas pakan ternak dan proses kurang efisien.
Untuk mengatasi itu, Fakultas Teknik (FT) Universitas Pancasila (UP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Industri melakukan inovasi mesin pencacah untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi produksi pakan ternak berbasis sorgum.
“Kegiatan yang didanai UP dalam program Hibah PkM UP ini berupa meningkatkan efisiensi produksi pakan ternak berbasis sorgum masyarakat di Majalengka," kata Ketua PkM FTUP Rini Prasetyani, dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Pada PkM bertema Optimasi Mesin Pencacah Sorgum Sebagai Pakan Ternak dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Sesuai Asta Cita Pemerintah Melalui Inovasi Industri Kecil Dan Menengah (IKM) itu, FT UP menyerahkan peralatan mesin cacah (chopper) dan bahan (sorgum) untuk keperluan pelatihan kepada Kepala APKN Farm 74 Syariah Yartono.
Rini menjelaskan untuk mengatasi proses pencacahan sorgum yang sering mengalami kendala teknis terutama saat awal pengoperasian mesin, pihaknya melakukan rekayasa tambahan berupa alat opsional yang berfungsi sebagai tension adjuster untuk mengatur tingkat kekencangan sabuk (V-belt) antara mesin penggerak dan mesin pencacah.
"Dengan alat opsional ini, proses start mesin jadi lebih ringan, aman, dan efisien," ucapnya.
Ia memaparkan penelitian dilakukan melalui metode rekayasa rancang bangun dan uji performa dengan parameter kapasitas cacahan, konsumsi bahan bakar, dan kualitas hasil potongan.
"Hasil pengujian menunjukkan alat opsional dapat menurunkan beban awal mesin hingga 35%, meningkatkan stabilitas kerja, serta menghasilkan cacahan sorgum berukuran 1–3 cm dengan kapasitas rata-rata 180 kg/jam," jelas Rini.
Ia menegaskan inovasi ini terbukti memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan efisiensi proses pakan ternak berbasis IKM serta mendukung arah kebijakan kemandirian pangan nasional. (H-2)
Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan sorgum sebagai komoditas unggulan daerah.
"Alhamdulillah, pengembangannya cukup berhasil. Tak hanya itu, kami juga menyiapkan bantuan konkret kepada kelompok tani, seperti benih, sarana produksi dan dukungan teknis lainnya,"
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan panen perdana sorghum di Karawang, Jawa Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan sorgum bisa mendukung ketahanan pangan.
Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan nutrisi tinggi ini, sudah lama dikenal masyarakat NTT dengan nama Jagung Rote, bukan sorgum seperti saat ini.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan keunggulan biodiversitas Indonesia dan potensi sorgum sebagai sumber karbohidrat yang sarat gizi.
Pada 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.
Pemkab Majalengka telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Pada 2025 produksi jagung mencapai 134 ribu ton, dengan luas areal tanam sekitar 18.456 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved