Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Macan Gunung Bungkuk Polres Bengkulu Tengah menangkap komplotan spesialis pencurian besi jembatan penghubung antar desa di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Polisi berhasil mengamankan 4 dari 7 tersangka, tiga tersangka berhasil lari dengan menceburkan diri ke sungai. Dalam proses penangkapan itu, terjadi kejar-kejaran dan tembakan peringatan.
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah, Akp Wahyu wijayanta mengatakan usai mendapatkan laporan dari masyarakat Tim Macan Gunung Bungkuk Polres Bengkulu Tengah langsung melakukan penangkapan terhadap komplotan spesialis pencurian besi jembatan di sungai rindu hati di Desa Penanding, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Dikatakan Akp Wahyu wijayanta dari 7 orang tersangka, Tim Macan Gunung Bungkuk Polres Bengkulu Tengah hanya berhasil menangkap 4 orang tersangka yakni masing- masing berinisial S-G, M-S, H-D, dan A-H yang merupakan warga jalan Muhajirin, Kelurahan Padang Nangka, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Baca juga: AKBP Achiruddin Hasibuan Dipecat tidak Hormat dari Kepolisian
Sedangkan tiga orang tersangka lainnya, berinisial M-M, B-T, dan J-J berhasil kabur dengan cara menceburkan diri ke sungai. "Tiga orang yang berhasil melarikan diri, saat ini kami sudah membentuk tim untuk melakukan upaya penangkapan. Ketiga orang itu kita nyatakan masuk dalam DPO (Daftar pencarian orang)," ujar Wahyu.
Wahyu mengungkapkan dari tujuh orang pelaku. Mereka memiliki tugas masing-masing. Dua melakukan pemotongan besi jembatan menggunakan alat las, satu orang mengawasi lokasi, dan empat orang melakukan pemindahan besi jembatan ke mobil pickup yang telah disiapkan para tersangka sebelumnya.
Baca juga: Mabes bisa Periksa Kapolres Luwu Timur Terkait Pencemaran Sungai Malili
"Dari tujuh, peran mereka dibagi-bagi. Dua melakukan pemotongan dengan alat las, satu orang mengawasi sekitar TKP, empat orang secara bersama-sama melakuan pengakutan hasi kejahatan, berupa besi jembatan ke mobil," papar Wahyu.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya ke 4 tersangka sampai saat ini masih ditahan di sel tahanan Mapolres Bengkulu Tengah. (MGN/Z-3)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
UNIT Reskrim Polsek Jagakarsa mengamankan dua orang pria berinisial WH (48) dan TA (40) setelah melakukan percobaan pencurian di sebuah rumah kosong milik warga.
Memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik berlangsung tenang dan nyaman.
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Dengan membuat kunci duplikat, tersangka dapat leluasa keluar-masuk rumah korban, yang merupakan sahabatnya sendiri, saat korban sedang tidak berada di tempat.
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Rikwanto memberikan analogi mengenai fungsi CCTV di lingkungan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, rekaman kejadian adalah bukti yang tidak terbantahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved