Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama polres jajaran mengikuti sosialisasi Program PT Asabri yang digelar secara offline dan daring di Kupang, Selasa (21/3). Kegiatan sosialisasi ini dibuka Kapolda NTT Johni Asadoma, dihadiri ratusan anggota kepolisisan dan aparatur sipil negara (ASN) Polda NTT dan Komisaris Utama PT Asabri Fary Djemy Francis, pimpinan Bank Mitra Asabri serta Kepala PT Asabri Cabang Kupang Petrus Sirait.
Sosialisasi ini membahas tentang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2020 tentang perubahan atas PP Nomor 102 Tahun 2015 Tentang Asuransi Sosial Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia
Menurut Kapolda sosialisasi tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada anggota maupun ASN Polri tentang apa itu Asabri, apa kegiatan dan manfaatnya, serta apa saja hak dan kewajiban yang diperoleh dari anggota sebaga nasabah dari Asabari.
"Hal ini sangat penting, karena ini merupakan BUMN yang mengelolah uang dari pada anggota Polri, sehingga anggota harus tahu, kemudian para pengurus harus menyampaikan kepada anggota sehingga ada transparansi di situ," ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi ini juga sungguh amat penting karena mengingat sejak mulai diangkat menjadi anggota Polri maupun ASN Polri secara langsung sudah ditetapkan menjadi peserta Asabri. Sebagai BUMN, PT. Asabri juga melaksanakan dan menunjang kebijakan terhadap program Pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di bidang asuransi sosial melalui penyelenggaraan asuransi atau jaminan sosial di lingkungan Kemhan, TNI dan Polri.
"Manfaat asuransi sosial perlu ditingkatkan secara terus menerus sejalan dengan perubahan kebutuhan hidup agar taraf hidup prajurit, anggota Polri dan ASN dilingkungan Kemenhan, TNI dan Polri tetap dapat terpelihara," ujarnya.
Di sisi lain, Komisaris Utama PT Asabri Fary Djemy Francis, menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT dan jajarannya atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Ia mengatakan kegiatan ini merupakan yang pertama dilaksanakan oleh jajaran Polda di seluruh Indonesia.
"Terima kasih atas terobosan yang dilakukan oleh Kapolda NTT yang mengumpulkan seluruh jajaran, karena memang MoU Asabri dengan Kapolri berkaitan dengan pelayanan Asabri kepada anggota Polri di Polda-Polda harus diintensifkan. Dan ini mungkin pertama kali Polda mengumpulkan seluruh jajarannya", terang Fary Djemy Francis.
Menurutnya, penekanan dari sosialisasi yang dilakukan ini adalah pelayanan digital. "Sekarang ini kita lebih fokus bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik karena masih banyak yang belum paham tentang Asabri, misalnya kecelakaan yang dialami oleh anggota-anggota, bagaimana klaimnya dan sebagainnya, apa saja yang bisa dicover itu yang hari ini kita mau sampaikan. Itu intinya," ujar Fary Francis. (R-2)
SEBAGAI salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang berperan aktif dalam pengembangan industri terkait, BRI Life menjalankan berbagai inisiatif transformasi digital.
Sulaiman mendorong OJK melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap pola kerja sama KPM di industri asuransi.
Sebanyak 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah ditemukan. Tiga di antaranya telah berhasil dipulangkan kepada keluarga dan seluruh korban dipastikan akan dapat asiramsi.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Produk ini g dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga sekaligus perencanaan warisan lintas generasi.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
KASUS Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta, serta perlakuan intimidatif terhadap penjual es gabus karena pemahaman keliru jiwa korsa di tubuh kepolisian dianggap pemicu arogansi aparat.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
Mantan Kapolda Kalimantan Timur ini merujuk pada Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang mengatur tentang alasan pembenar.
Ia menegaskan pembelaan tidak hanya melindungi keanggotaan tubuh ataupun nyawa, melainkan barang milik pribadi masuk pada kategori pembelaan terpaksa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved