Kamis 09 Maret 2023, 16:11 WIB

Pemkot Bandung Kembali Kaji Rencana Bangun PLTSa

Naviandri | Nusantara
Pemkot Bandung Kembali Kaji Rencana Bangun PLTSa

ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

 

GUNA menekan jumlah sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat kembali mengkaji ulang kebutuhan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

"Saat ini kita sedang koordinasi (soal PLTSa) dengan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) dikomandoi oleh Bappelitbang. Melihat dari aspek yuridis, hukum, dan aspek lainnya sesuai dengan regulasi yang ada," Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi di Bandung, Kamis (9/3).

Perlu diketahui, Pemkot Bandung sempat berencana membangun PLTSa di kawasan Gedebage setelah bencana longsor di TPA Leuwigajah. Untuk itu, Pemkot Bandung telah bekerja sama dengan PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL). Namun, menurut Dudy, dari 2013 hingga sekarang tentu sudah banyak aturan yang berubah. Oleh karena itu, untuk memastikan hal tersebut, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kemenkomarves.

Baca juga: Warga Berikan Gelar Bapak Bandung pada Dada Rosada

"BRIL memang sedang melakukan penghitungan ulang. Kajian 2013 harus di-update contohnya contohnya dari sisi biaya. Kalau tenggat waktu nanti akan dibahas kembali," jelasnya.

Dudy menuturkan, strategi lain untuk penanganan sampah sambil menunggu keputusan BRIL di antaranya dengan mengoptimalkan program Kang Pisman. Saat ini pun, Pemkot Bandung masih menggunakan TPA Sarimukti karena Legok Nangka belum bisa digunakan.

Baca juga: Bandung Jadi Kota Pertama, TACO Forum Kembangkan Semangat dan Kemampuan Berkarya UMKM

"Kita jalankan dengan Kang Pisman. Sudah tersebar di 180 kawasan bebas sampah. Kalau dari sisi jumlah memang belum menyesuaikan, setidaknya mengurangi," lanjutnya.

Berbagai metode lain kata Dudy juga dilakukan, seperti kompos, magotisasi, biodigester, dan RDF. Tahun ini akan dibangun tiga tempat pengolahan sampah terpadu yang metodenya sama dengan di Cicukang Holis, tapi kapasitasnya lebih besar.

Di Holis misalnya bisa mengolah sampah sampai 10 ton per hari. Kalau tiga lokasi yang nanti dibangun bisa mencapai akumulasi 100 ton sampah per hari. "Bahkan, tahun depan akan dibangun di tiga lokasi lagi, yakni Pasir 
Impun, Jelekong, dan Taman Sehati. Dengan upaya tersebut, bisa mengubah tempat penampungan sampah menjadi tempat pengolahan sampah. Sehingga setidaknya bisa mengurangi sampah yang dikirim ke TPA," terangnya.

Menurut Dudy, saat ini ada perusahaan tekstil di Bandung yang sedang bekerja sama dengan Pemkot Bandung untuk menyerap Refuse-derived fuel (RDF) ini. Meski sebenarnya kebutuhannya besar, produksinya saat ini 
masih kecil. Dari 10 ton sampah yang diolah RDF, hanya menghasilkan 3-4 ton.

"Ini kita melakukan kerja sama dengan pabrik tersebut didampingi oleh BRIN. Karena kami ingin memastikan RDF yang dihasilkan oleh kita ini cocok untuk pabrik tekstil,"  bebernya. (Z-6)

Baca Juga

MI/SUSANTO

Awas, Ada Sanksi untuk Distributor Nakal yang Berani Timbun Sembako

👤Rahmat Rullah 🕔Selasa 28 Maret 2023, 18:05 WIB
Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah mewanti-wanti soal penimbunan...
DOK/HUMAS ITB

ITB Terima 2.093 Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBP

👤Naviandri 🕔Selasa 28 Maret 2023, 17:32 WIB
Calon mahasiswa yang diterima di ITB melalui SNBP 2023 tersebut sudah mewakili 24 provinsi di...
MI/PALCE AMALO

Plan Indonesia dan Pemkot Kupang Kampanyekan Air dan Sanitasi Berketahanan Iklim

👤Palce Amalo 🕔Selasa 28 Maret 2023, 17:15 WIB
Implementasi program ini akan dimulai dengan mendorong akselerasi pencapaian pilar 2 STBM di Kota Kupang, yaitu 100% fasilitas Cuci Tangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya