Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai rawit di Palu, Sulawesi Tengah, semakin mahal. Kurangnya pasokan cabai ke pasar menjadi penyebab naiknya harga cabai di Palu. Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, harga cabai rawit sudah menembus angka Rp85.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp60.000 per kg.
Menurut pedagang, kenaikan harga cabai rawit di pasar sudah terjadi beberapa kali sejak awal kenaikan harga pada akhir Februari lalu.
“Ini sudah ada empat kali kenaikan harga. Dulu dari Rp30.000 per kg naik Rp60.000 per kg, kemudian naik Rp80.000 per kg, dan terakhir ini naik lagi menjadi Rp85.000 per kg,” terang salah satu pedagang, Subarkah saat ditemui di PTIM Palu, Rabu (8/3).
Baca juga : Stok Pangan Jadi Bahasan BOD Media Indonesia Saat Kunjungi Badan Pangan Nasional
Subarkah menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit yang terjadi saat ini disebabkan dua faktor. Selain modal pembelian pedagang yang tinggi di tingkat pengepul, pasokan cabai rawit masuk ke pasar juga sudah berkurang.
“Jadi kalau dibilang harga cabai rawit mahal karena langka itu tidak benar. Karena faktanya masih banyak pedagang yang menjualnya di PTIM,” imbuh Subarkah.
Pedagang lain, Samunding Alam menambahkan, kurangnya pasokan cabai yang masuk ke PTIM terjadi karena banyak petani yang belum memasuki masa panen raya di sejumlah sentra produksi cabai yang ada di Sulteng.
Baca juga : Harga Cabai Kian Melambung Di Malang
“Pengepul langganan saya kasih informasi petani di Palu, Sigi, Poso, dan Parigi Mountong belum panen raya. Makanya pasokan berkurang,” ujarnya.
Samunding mengaku, pasokan cabai yang saat ini masuk ke PTIM merupakan hasil panen dari sebagian kecil petani.
“Ada pasokan tapi sedikit, harganya juga mahal. Di tingkat pengepul Rp82.000 sampai Rp83.000 per kg,” paparnya.
Samunding menyebutkan, tingginya modal harga cabai yang dibeli oleh para pedagang membuat para pedagang di pasar kompak menaikkan harga.
“Apa lagi kalau kami ambil cabai rawit dari pasokan pengepul Sulawesi Selatan, harganya lebih mahal rata-rata Rp83.500 per kg,” tegasnya.
Sejumlah pedagang pun memprediksi, jika alur pasokan belum lancar maka bisa dipastikan harga cabai rawit masih akan terus naik hingga pelaksanaan ramadan pertengahan Maret mendatang.
“Bisa semakin mahal ini, apa lagi masa panen raya petani masih berlangsung akhir April,” tandas pedagang lainnya, Marlin Duha. (Z-8)
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Pelaku usaha daging impor reguler menilai kebijakan pemerintah memangkas kuota impor daging sapi bagi swasta tidak tepat sasaran.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi isu rencana aksi mogok berjualan yang akan dilakukan pedagang daging sapi.
Dalam upaya memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang tahun 2026, Perumda Dharma Jaya merencanakan impor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia.
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
BEEF saat ini bekerja sama dengan ID Food dalam memenuhi persediaan daging hingga akhir 2025.
Nah, berikut alasan daging babi lebih murah daripada daging sapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved