Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Produsen-Distributor yang Naikkan Harga Daging Sapi bakal Ditindak Tegas

Andhika Prasetyo
04/2/2026 09:05
Produsen-Distributor yang Naikkan Harga Daging Sapi bakal Ditindak Tegas
Ilustrasi(Antara)

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menindak produsen maupun distributor yang menaikkan harga daging sapi melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.

“Begitu menemukan harga di atas HET, jangan kejar pedagang pasarnya, tapi kejar distributor dan produsennya. Minyak goreng dan daging tidak ada ampun,” kata Amran dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan bahwa sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula seharusnya tidak mengalami kenaikan harga, mengingat kondisi stok nasional saat ini dalam keadaan melimpah.

Pemerintah, lanjut Amran, telah memastikan keterjangkauan akses masyarakat terhadap daging ruminansia, baik sapi maupun kerbau, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Hal itu dilakukan melalui kesepakatan harga sapi hidup di tingkat Rp55.000 per kilogram (kg), yang berlaku selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri.

Kesepakatan tersebut dimaksudkan agar pedagang daging dapat menjual dengan harga yang wajar dan terjangkau kepada masyarakat. Amran menegaskan, jika ada pelaku usaha penggemukan sapi atau kerbau (feedlotter) yang menjual ke pelaku pemotongan dengan harga di atas Rp55.000 per kg, maka pemerintah akan bertindak tegas.

Melalui pengendalian harga sapi hidup itu, pemerintah berharap Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri tetap aman.

Sebagai dasar kebijakan, HAP daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP sapi hidup di tingkat produsen ditetapkan pada kisaran Rp56.000–Rp58.000 per kg. Sementara itu, HAP di tingkat konsumen ditetapkan antara lain Rp130.000 per kg untuk daging sapi segar paha depan, Rp140.000 per kg untuk paha belakang, Rp105.000 per kg untuk daging sapi beku, dan Rp80.000 per kg untuk daging kerbau beku.

Di tingkat pasar, pedagang daging sapi di Pasar Minggu, Jakarta, Rozali, mengatakan harga jual saat ini masih berada di kisaran Rp135.000 per kg dan relatif stabil.

“Harganya sekarang Rp135.000 per kilo. Itu memang harga jual kami di lapak,” ujarnya.

Menurut Rozali, meski harga karkas di rumah potong hewan (RPH) sempat berfluktuasi, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan pada harga di pasar karena pasokan mencukupi.

“Memang kadang ada naik turun di RPH, tapi sekarang ini stabil. Tidak ada lonjakan,” tambahnya.

Ia juga menyatakan komitmen pedagang untuk menjaga harga agar tetap terjangkau, dengan harapan harga daging sapi tidak menembus Rp140.000 per kg selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kami juga sudah kerja sama dengan pemasok supaya harga tetap dijaga. Yang penting stok ada dan pembeli tidak terbebani,” katanya.

Pedagang lainnya, Apit, menyampaikan hal serupa. Ia mengaku menjual daging sapi dengan harga yang sama karena pasokan dari RPH masih lancar.

“Kami ambil dari RPH Cilangkap dan Cakung. Untuk sekarang pasokan aman, jadi harga bisa dijaga tetap stabil,” ujarnya.

Terkait proyeksi menjelang Idul Fitri, Apit optimistis ketersediaan daging sapi tetap terjaga dan harga tidak akan melonjak.

“Dari RPH juga bilang aman sampai Idul Fitri. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau panik,” pungkasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya