Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BOARD of Director Media Indonesia melakukan kunjungan ke Badan Pangan Nasional membahas ketersediaan pangan saat ini di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Selasa (07/3).
"Jumlah stok cadangan pangan di BUMN yang kita punya banyak yang kosong. kedelai, Cabai, Daging Ayam, Jagung, Bawang Merah, Bawang Putih, Telur ayam, dan Ikan untuk saat ini kosong. Sangat jauh dengan kebutuhan kita per bulan yang mencapai berton-ton," ujar Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Arief Prasetyo Adi kepada Direktur utama Media Indonesia Gaudensius Suhardi dan jajaran BOD Media Indonesia.
Arief mengatakan saat ini Badan Pangan Nasional sedang berprogres untuk penguatan cadangan pangan pemerintah dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di mana masing-masing komoditas ditargetkan bisa mencapai 5-10% dari kebutuhan market share nasional untuk dapat intervensi harga pasar.
Baca juga: Gus Muhaimin Apresiasi Bapanas Cabut SE HET Gabah dan Beras
"Saya sudah ngobrol sama Presiden dan lembaga terkait, saya kumpulkan semua. Bahkan dengan pihak BULOG saya minta anggaran ke Kemenkeu agar bisa secepatnya bisa meningkatkan kebutuhan stok pangan," lanjut Arief.
Selain itu, kata Arief, pihaknya memperhitungkan potensi produksi beras nasional. Pasalnya harga beras mengalami pelonjakan yang signifikan.
Baca juga: Bertolak Ke Inggris, Mendag 'Jualan' Kopi
"Merasa jika harga beras mahal? Merasa kan orang gaduh karena harga beras? Itu berarti ada masalah. Itu produksinya ada, cuma penyerapannya yang bermasalah dan sumbernya ini adalah uang," tegas Arief.
Indonesia, ungkap Arief, membutuhkan produksi beras khusus dan tidak membutuhkan beras mati. Dalam kondisi saat ini, impor beras juga sangat dibutuhkan, asalkan volume impor tidak lebih dari 10%.
"Kita membutuhkan beras khusus, tidak bisa memproduksi beras mati dan kita buth impor, yang penting volumenya tidak lebih dari 10%," lanjutnya.
Badan Pangan Nasional masih menantikan panen raya agar rencana penyerapan BULOG dapat dilakukan sebanyak-banyaknya. Biasanya panen raya terjadi pada bulan Maret, April, hingga Mei.
Dalam hal ini, akurasi dan presisi sangat dibutuhkan untuk mengatur stabilitas pangan. Sampling, kata Arief, sangat dibutuhkan untuk mempertahankan presisi yang baik, hingga nantinya bisa melihat kondisi di lapangan dan memutuskan aksi apa yang harus dilakukan.
"Akurasi dan presisi harus dibenahi, kita harus mempertahankan presisi yang bagus, jika jelek datanya tidak dipakai. Ini bisa menelisik alasan kenapa adanya faktor kegagalan sebagai produsen," pungkas Arief. (Z-3)
Media Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan.
HARIAN Umum Media Indonesia mendapat penghargaan sebagai Media Cetak Nasional Terbaik dalam ajang Adam Malik Awards 2026 dari Kementerian Luar Negeri RI.
Media Indonesia Raih Penghargaan Media Cetak Terbaik
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Diketuai oleh Usmandie Andeska, acara Reuni Media Indonesia dihadiri sekitar 250 mantan karyawan Media Indonesia.
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan utama dalam pengawasan ini adalah gas elpiji tabung 3 kilogram.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan stok pangan aman menjelang Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved