Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TANAH di Desa Suka Damai, Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, mengalami pergeseran sejak sepekan terakhir, dan kondisinya semakin meluas hingga mencapai kedalaman 1,3 meter.
"Pada hari ini setelah dilakukan peninjauan ulang serta laporan dari masyarakat maka kejadian pergeseran tanah sudah semakin meluas mencapai 1,3 meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar Ridwan Jamil, di Aceh Besar, Rabu (1/2).
Akibat pergeseran tanah itu, kata Ridwan, sejauh ini sudah ada dua unit bangunan tempat usaha jajanan keripik khas daerah setempat di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan milik Aswadi, 37, dan Khairul, 60, rusak berat dan tidak mungkin untuk ditempati lagi.
Ridwan menyampaikan, pihaknya juga telah meninjau lokasi terdampak dan membantu pemilik usaha memindahkan barang-barang dagangan dari tempat yang sudah rusak berat tersebut.
Baca juga: Bantuan Rumah Rusak Tahap I Termin Pertama Gempa Cianjur Banyak Yang Belum Diambil
"Untuk tempat usaha juga dijadikan sebagai tempat tinggal, tetapi pemilik tersebut juga mempunyai rumah, sehingga mereka tidak harus
mengungsi," ujarnya.
Dia menambahkan, pergeseran tanah tersebut sejauh ini disebabkan karena adanya hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur
wilayah pegunungan itu.
"Akibat tingginya intensitas curah hujan yang terjadi beberapa hari ini, untuk kondisi cuaca secara visual hari ini sudah cerah," kata Ridwan.
Sejauh ini, lalu lintas di kawasan tersebut masih mengalami kemacetan akibat harus dilakukan sistem buka tutup kepada pengendara dari Banda Aceh-Medan dan sebaliknya. (Ant/OL-16)
JALAN terjal masih harus ditempuh oleh korban banjir besar Sumatra, terutama di Aceh, agar kehidupan mereka bisa segera pulih.
WARGA dua wilayah di Tanah Gayo, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah seperti pasrah dengan keadaan.
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, juga rasa kegembiraan dan terimakasih kepada USK dan BRWA atas dukungan akademik serta pendampingan riset tersebut.
Tim gabungan BNN, Bea Cukai, TNI, dan aparat lainnya memusnahkan 3 hektare ladang ganja di Aceh Besar, hasil dari operasi terpadu menggunakan drone dan teknologi geospasial.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kuta Baro, Aceh Besar, Aceh, pada Minggu (30/3) pukul 09.58.35 WIB.
Sapi-sapi tersebut mati dengan kondisi kuku membusuk serta tidak bisa makan. Kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua pekan terakhir.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved