Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA dua wilayah di Tanah Gayo, yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah seperti pasrah dengan keadaan. Sejak kawasan dataran tinggi itu dihantam banjir hampir 4 pekan terakhir, hingga kini warga belum juga keluar dari penderitaan itu.
Pasalnya setelah daerah penghasil kopi gayo itu terkurung ekses jalur darat dari atau ke kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, kini terus didera sulitnya posokan barang. Lebih parah lagi warga korban bencana di dua kabupaten bertengga yang kini terpuruk ekonomi tersebut terhimpit lagi dengan harga barang melambung.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, hingga hari ke-26 bencana banjir besar Sumatra, Minggu (21/12) harga berbagai bahan pokok masih sangat mahal. Harga beras misalnya masih bertahan tinggi pada kisaran Rp350.000 hingga Rp400.000/sak ukuran 15 kg. Padahal harga standarnya sekitar Rp200.000 hingga Rp225.000/sak.
Lalu harga gula pasir curah dari harga standar Rp18.000/kg, setelah kawasan itu terkurung naik menjadi Rp25.000 hingga Rp35.000/kg (tergantung si penjual/pengecer). Harga telor ayam Ras juga masih cukup tidak bersahabat yaitu Rp140.000/papan (30 butir).
Lalu disusul harga minyak goreng merek bimoli klasik 2 liter yang mencapai kisaran Rp65.000. Padahal harga standarnya hanya Rp39.000/2 liter (satu kemasan). Begitu juga harga minyak goreng spesial yang melambung hingga Rp95.000/2 liter.
Tidak berhenti di situ saja, kenaikan luar biasa itu juga harga BBM jenis pertalite berkisar pada Rp25.000 hingga Rp30.000/liter (pada pengecer tidak resmi. Bahkan pada pekan lalu sempat naik berkisar Rp50.000 hingga Rp70.000/liter.
"Kami di sini terkurung, harga barang mahal. Bertahan di sini sulit, sebagian perantau mulai pulang ke kampung asalnya walau harus keluar menempuh jalur darurat dalam rimba hingga 13 jam," kata Jamalul Hakim, warga asal Kabupaten Pidie, yang merantau di kota kecil Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, kepada Media Indonesia, Minggu (21/12).
Tingginya harga itu akibat angkutan jalur darat dari luar kabupaten menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah lumpuh. Itu setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan jembatan serta badan jalan hancur atau terputus.
Budayawan Aceh M Adli Abdullah mengatakan, lima jurusan jalur yang menghubungkan Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan kabupaten lain, merupakan nadi perekonomian warga setempat. Karena daerah berjulukan Nanggroe Putroe Bunsu (Puteri Bungsu) itu berada di tengah pengunungan rimba belantara.
Namun, lokasi itu daerah penghasilan hasil bumi melimpah ruah. Di atasnya adalah puluhan ribu hektare lahan kopi gayo, kakao, tebu, dan berbagai jenis sayuran seperti kentang, wortel, kol, brokoli, bawang prei, tomat dan lainnya.
Percepatan pembangunan kembali jalur ke daerah itu berarti mempercepat pemulihan ekonomi Aceh. Di dataran dua kota dingin itu menyimpan kekayaan wisata bahari danau laut tawar dan lokasi kunjungan liburan alam lainnya. Bukan saja menyelamatkan masyarakat warga Tanah Gayo, memulihkan wilayah itu juga mempertahankan perkembangan ekonomi masyarakat Aceh secara umum.
"Selain hasil dari Aceh Tengah dan Bener memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional, juga ada ribuan perantau luar daerah yang mengadu nasib di Tanah Gayo," tambah Adli Abdullah yang juga dosen di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. (MR/E-4)
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
Karena itu jutaan korban banjir di lebih separuh kawasan Provinsi Aceh dan tetangga Sumatra Utara serta Sumatra Barat untuk yakin di balik cobaan Allah ada rahasia luar biasa bagi mereka.
BULAN Sabit Merah Indonesia (BSMI) melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang pada Minggu (18/1).
SUASANA konser Slank x HS Berani Kita Beda di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu malam (17/1), tak hanya dipenuhi euforia musik, tetapi juga semangat solidaritas.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved