Kamis 19 Januari 2023, 21:54 WIB

MUI Jember Dukung Penegakan Hukum Kasus Asusila Pengasuh Ponpes

mediaindonesia.com | Nusantara
MUI Jember Dukung Penegakan Hukum Kasus Asusila Pengasuh Ponpes

DOK.MI
Ilustrasi

 

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Jember mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian terhadap kasus tindakan asusila dan kekerasan seksual yang dilakukan pengasuh pondok pesantren berinisial Kiai FM terhadap santrinya.
 
"Kami mendukung aparat penegak hukum untuk memproses kasus itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku," kata Ketua Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia MUI Jember M Cholily di Jember, Jawa Timur, Kamis (19/1).
 
Selain itu, lanjut dia, pihak MUI juga mendukung Polres Jember dan instansi terkait untuk memberikan pelindungan dan rasa aman kepada kelompok yang rentan yakni santriwati terutama yang masih anak-anak dan pelapor.
 
"Hal itu untuk melindungi korban dan pelapor dari segala bentuk intimidasi, ancaman, dan upaya-upaya lainnya untuk pencabutan  pelaporan dan segala hal yang mengganggu proses serta penegakan hukum," tuturnya.
 
Ia menjelaskan kasus tersebut diharapkan menjadi pelajaran bersama bagi para tokoh penyelenggara pendidikan pesantren khususnya untuk menciptakan lingkungan yang terbaik dan ramah anak di ponpes.


Baca juga: Puting Beliung Terjang Bojonegoro, Belasan Rumah Rusak

 
"Perlu berhati-berhati dengan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh agama baik itu dalam bentuk menyepi (khalwah) dengan lawan jenis, sekali pun itu adalah santriwatinya. Jangan pernah melakukan tindakan asusila dan pelecehan seksual yang mengatasnamakan agama," katanya.
 
Cholily mengatakan bahwa pihak MUI juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Jember sebagai saksi ahli terkait standar syariah nya, sehingga pihaknya memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang dibutuhkan aparat kepolisian.
 
"Kami juga siap meredam adanya potensi konflik horisontal di masyarakat dalam kasus tersebut, sehingga MUI juga berusaha menjaga agar suasana tetap kondusif," ujarnya.
 
Menurutnya, pondok pesantren yang diasuh oleh Kiai FM tidak memiliki izin resmi atau ilegal, karena pesantren tersebut tidak terdaftar di Kementerian Agama Jember.
 
Sebelumnya, Polres Jember menahan Kiai FM setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual terhadap santrinya yang dilakukan di pondok pesantren Desa Mangaran, Kecamatan Ajung. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

DOK MI

Polisi Periksa Delapan Saksi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Balita Di NTT

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:29 WIB
POLRES Manggarai Timur, NTT telah meminta keterangan delapan orang saksi terkait laporan dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang...
Dok MI

Marudut Peringatkan Jangan Sebar Isu Hoaks Kasus Hanifah Husein

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:47 WIB
Marudut menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan MAKI tidak memiliki cabang di Sumatera...
MI/Benny Bastiandy

Angin Kencang Terjang Cianjur, Pohon-Pohon Tumbang

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:11 WIB
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, diterjang angin kencang, Sabtu (4/1) pagi. Di sejumlah wilayah dilaporkan terjadi pohon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya