Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Panti dan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/2) malam, menyebabkan banjir bandang. Satu orang dinyatakan tewas terseret dan ribuan rumah tergenang air.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyebutkan banjir bandang terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air Sungai Badean meluap dan menerjang desa desa dilintasi sungai tersebut.
"Kondisi tersebut menyebabkan debit sungai meningkat tajam, ditandai dengan air berwarna cokelat pekat bercampur lumpur langsung menerjang rumah warga," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Gatot Subroto, di Surabaya, Selasa (3/2).
Saat banjir bandang datang, warga bernama Wahid, mantan Sekretaris Desa Pakis, terseret arus banjir bandang saat luapan Sungai Badean menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti. Banjir makin tinggi sekitar pukul 19.40 WIB. Banjir bandang meluap ke permukiman dengan arus deras yang membawa material lumpur, potongan bambu, dan kayu.
Di Desa Pakis, tercatat sekitar 30 rumah terdampak dengan endapan lumpur setinggi kurang lebih 20 sentimeter. Sejumlah dapur rumah warga dilaporkan ambruk akibat terjangan banjir.
Warga untuk sementara mengungsi ke rumah lain yang dinilai masih aman. Namun, sebagian besar korban mengungsi ke rumah kerabatnya.
Banjir bandang juga menerjang Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Dua rumah warga terendam lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter serta barongan bambu dilaporkan roboh dan melintang di aliran sungai.
BPBD Jatim memerintahkan BPBD Jember untuk melakukan aksi terjun ke lapangan guna memberikan bantuan serta melakukan pembersihan lumpur yang menggenangi rumah warga. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan dan pembukaan dapur umum serta Dinas Kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban yang hanyut dan berharap korban dapat segera ditemukan. "Tim dibagi. Ada yang membersihkan lumpur. Ada juga yang melakukan pencarian korban," katanya. (I-2)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved