Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Badean Meluap, Banjir Bandang Landa Panti Jember, Satu Hilang

Faishol Taselan
03/2/2026 14:09
Badean Meluap, Banjir Bandang Landa Panti Jember, Satu Hilang
(MI/Faishol Taselan)

HUJAN deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Panti dan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/2) malam, menyebabkan banjir bandang. Satu orang dinyatakan tewas terseret dan ribuan rumah tergenang air. 

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyebutkan banjir bandang terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air Sungai Badean meluap dan menerjang desa desa dilintasi sungai tersebut. 

"Kondisi tersebut menyebabkan debit sungai meningkat tajam, ditandai dengan air berwarna cokelat pekat bercampur lumpur langsung menerjang rumah warga," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Gatot Subroto, di Surabaya, Selasa (3/2).

Saat  banjir bandang datang, warga bernama Wahid, mantan Sekretaris Desa Pakis, terseret arus banjir bandang saat luapan Sungai Badean menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti. Banjir makin tinggi sekitar pukul 19.40 WIB. Banjir bandang meluap ke permukiman dengan arus deras yang membawa material lumpur, potongan bambu, dan kayu. 

Di Desa Pakis, tercatat sekitar 30 rumah terdampak dengan endapan lumpur setinggi kurang lebih 20 sentimeter. Sejumlah dapur rumah warga dilaporkan ambruk akibat terjangan banjir.

Warga untuk sementara mengungsi ke rumah lain yang dinilai masih aman. Namun, sebagian besar korban mengungsi ke rumah kerabatnya.

Banjir bandang juga menerjang Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Dua rumah warga terendam lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter serta barongan bambu dilaporkan roboh dan melintang di aliran sungai.

BPBD Jatim memerintahkan BPBD Jember untuk melakukan aksi terjun ke lapangan guna memberikan bantuan serta melakukan pembersihan lumpur yang menggenangi rumah warga. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyaluran bantuan dan pembukaan dapur umum serta Dinas Kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban yang hanyut dan berharap korban dapat segera ditemukan. "Tim dibagi. Ada yang membersihkan lumpur. Ada juga yang melakukan pencarian korban," katanya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya