Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menggelar rekonstruksi penculikan dan pembunuhan anak bernama Muh Fadli Sadewa di Mako Satuan Brimob Polda Sulsel, Jalan KS Tubun Makassar, Selasa (17/1).
Pelaksana tugas Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Kompol Muh Jufri Natsir mengatakan, rekonstruksi yang digelar bersama jaksa penuntut umum (JPU), yang dilakukan pelaku Adrian dan Faisal ada 35 adegan.
Baca juga: Presiden: Kenaikan Tarif PDAM Jangan Lebih dari 100%
Dari rekonstruksi itu diketahui, adegan 10 Fadli mulai dibunuh dengan cara dicekik dan adegan 15 memastikan korban meninggal, lalu adegan 26, korban dibuang. Dan dari hasil visum diketahui, korban meninggal karena dicekik dan dibenturkan kepalanya.
"Setelah rekonstruksi ini, kami dari penyidik Polrestabes Makassar segera berkoordinasi dengan JPU dan akan mengirim berkas perkaranya untuk dipelajari JPU paling lambat besok kami akan kirim," kata Jufri.
Koordinasi dilakukan lanjut Jufri, karena penangan perkara akan split, Adrian sidah dewasa, sementara Faisal masih anak-anak. "Tentunya, perlakukan untuk tersangka yang dewasa dan anak akan berbeda, demikian juga berkasnya tersendiri," lanjutnya.
"Belum ada juga fakta baru dalam kasus ini. Termasuk ada indikasi atau penjualan tubuh di Makassar itu tidak ada. Kita sudah liat pada saat rekontruksi pada saat korban selesai dieksekusi oleh kedua pelaku, di rumah Adrian, Jalan Batua Raya, tubuh korban utuh dibuang di daerah Regulasi Nipa-nipa," sambung Jufri.
Terkait, informasi korban sempat dibedah dan diambil organnya, Jufri menyebut itu tidak benar. "Terkait penjualan organ, itu inisiatif tersangaka Adrian yang punya inisiatif dari satu tahun yang lalu, jadi tidak ada orang yang menyuruh tidak ada tempat yang untuk dia mau jual sebagai mana yang diberitakan, jadi perencanaan ini sejak Desember 22," sebutnya.
Bahkan dari hasil tes pesokologi yang lakukan Adrian, dia disebut normal, kedua tersangka pelaku pembunuhan anak itu tidak punya kelainan kejiwaan.
Hanya saja, saat konstruksi yang dihadirkan adalah Faisal, karena ternyata Adrian yang anak. Hal itu diketahui, setelah dilakukan pengecekan administrasi kependudukan. Faisal, 18 dan Adrian 17. Sehingga untuk adegan Adrian dilakukan oleh pemeran pengganti.
"Adrian diketaui mengenal dan belajar internet sejak kelas 2 bangu SMP. Dan dia tau soal penjualan organ. Dan akhirnya terinspirasi, lalu memotivasi diri menjual organ yang dibayar dengan dollar Amerika. Ingin cepat kaya, membantu ekonom keluarga," ungkap Jufri.
Karenanya, untuk Faisal, kita akan ancam dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KHUP serta Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.
Sementara Adrian terancam Pasal 80 ayat 1, 2 dan 3 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp200 juta. (OL-6)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Bantuan tenaga profesional menjadi sangat mendesak ketika tekanan emosional mulai menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
Skizofrenia merupakan gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat biokimia atau neurotransmiter di dalam otak.
Sangat penting untuk seorang penderita Skizofrenia maupun GB bisa cepat terdiagnosis dan mendapatkan penanganan medis yang tepat oleh personel medis yang kompeten.
Seorang wanita berusia 23 tahun berinisial A nekat melompat dari lantai 19 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Aksi itu ia lakukan lantara panik saat mengetahui ada ODGJ di unit kamarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved