Jumat 13 Januari 2023, 13:52 WIB

Sekolah Direnovasi Pascagempa, Siswa SDN Cipetir Cianjur kembali Belajar

Mediaindonesia.com | Nusantara
Sekolah Direnovasi Pascagempa, Siswa SDN Cipetir Cianjur kembali Belajar

DOK Pribadi.
Bupati Cianjur Herman Suherman meresmikan penggunaan bangunan sekolah baru diperbaiki karena rusak parah akibat gempa.

 

BUPATI Cianjur Herman Suherman meresmikan penggunaan bangunan sekolah baru diperbaiki karena rusak parah akibat gempa. Bangunan SD Negeri Cipetir, Desa Ciwalen, Kecamatan Warung Kondang, Kabupaten Cianjur, itu kini bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar siswa. Bangunan sekolah baru berdiri itu berkat bantuan PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) melalui kegiatan CSR perusahaan. 

"Alhamdulillah saya bersyukur pada pagi hari ini saya meresmikan sekolah. Ini ada empat ruangan kelas yang baru dibangun oleh PT Tatalogam Lestari dengan sistem Domus. Ini (bangunan sekolah) merupakan bantuan CSR dari PT Tatalogam Lestari. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur dan keluarga masyarakat Desa Ciwalen mengucapkan terima kasih kepada PT Tatalogam Lestari yang sudah membantu pembangunan sekolah ini," jelas Herman dalam sambutannya, Kamis (11/1). 

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga mengapresiasi sistem Domus yang diterapkan PT Tatalogam Lestari dalam pembangunan gedung SD Negeri Cipetir dan hunian masyarakat terdampak bencana di Cianjur. Menurutnya, kualitas bangunan yang berdiri dengan sistem Domus hasil inovasi PT Tatalogam Lestari ini luar biasa bagus dan cepat dalam pembangunannya.

"Tadi kita melihat bangunan sekolah yang dibangun Domus. Ini kualitasnya luar biasa. Walaupun ini sekolah sementara ya, tetapi menurut saya ini bisa dijadikan sekolah permanen. Karena lantainya sudah pakai keramik, plafonnya pake PVC, dan temboknya juga sudah pakai hebel dan tiangnya pakai besi baja ringan. Ini menurut saya bukan sekolah sementara. Ini sekolah permanen. Melihat rumah-rumah yang sudah dibangun oleh Domus, ini sangat bagus. Mudah-mudahan Domus bisa membantu warga dalam rangka Cianjur Bangkit," tegas Herman lagi.  

Kepala Sekolah SDN Cipetir Dodo Suhendar menjelaskan, SD Negeri Cipetir sebelumnya rusak parah akibat gempa 5,6 M yang mengguncang Cianjur dua bulan lalu. Namun dalam waktu singkat, siswa sekolah itu sudah bisa digunakan kembali dengan bangunan baru yang disumbangkan oleh PT Tatalogam Lestari. Kini anak didiknya pun sudah bisa menjalani kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman kembali.

"Alhamdulillah kami sangat senang sekali pada pas awal masuk pembelajaran semester kedua, ruangan sudah bisa dimanfaatkan. Semoga hari ini setelah diresmikan Bapak Bupati, ruangan ini benar-benar efektif untuk belajar sehingga putra-putri kami dapat belajar dengan nyaman. Terima kasih pada PT Tatalogam Lestari," tutur Dodo di kesempatan yang sama.

Dodo menceritakan, pembangunan empat kelas baru di SD Negeri Cipetir berlangsung sangat cepat. Pembangunannya hanya memakan waktu 15 hari. "Pembangunan sekolah ini alhamdulillah lebih cepat. Hanya 15 hari selesai. Sesuai dengan moto Domus bikin rumah cepat dalam 5 hari. Ini empat ruangan lo, dibangun hanya dengan 15 hari. Cepat sekali. Anak-anak didik kami senang bisa belajar dengan nyaman. Mudah-mudahan sekolah ini dapat dimanfaatkan untuk belajar sehingga dapat mendongkratk prestasi putra putri kami," terang Dodo lagi. 

Dalam kesempatan yang sama, CFO PT Tatalogam Lestari, Wulani Wihardjono, menerangkan, sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama kegiatan CSR Tatalogam Group selain pembangunan hunian terdampak bencana. Sebagai perusahaan baja ringan terbesar di Indonesia, Tatalogam Group dengan inovasi-inovasinya juga terus berupaya agar pembangunan di daerah terdampak bencana menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien. Terbukti, di beberapa wilayah terdampak bencana lain seperti di Yogyakarta, Sulawesi, dan Lombok, hunian maupun fasilitas umum seperti sekolah dapat dengan cepat dibangun kembali.

"Dalam membangun sekolah rusak maupun hunian terdampak bencana, kami menggunakan inovasi Domus. Dengan inovasi tersebut, pembangunannya jadi lebih cepat, tepat, dan efisien. Karena semua sudah terfabrikasi sehingga di lokasi tinggal instalasi saja. Untuk hunian, rumah Domus dapat dibangun hanya dalam waktu lima hari dan inovasi rumah Domus juga sudah dirancang tahan gempa. Kami yakin, kecepatan pembangunan dan keamanan hunian sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban penderitaan para korban," terang Wulani.  

Project Manajer PT Tatalogam Lestari, Khrisna Dewanti, menambahkan pembangunan ruang kelas baru tersebut hampir seluruhnya menggunakan material baja ringan produksi Tatalogam Group. Namun demikian, dalam pembangunan empat ruang kelas di SDN Cipetir kali ini, Tatalogam Group juga dibantu oleh PT Arwana Citramulia Tbk sebagai penyedia keramik lantai, PT. Impack Pratama Tbk, menyumbang plafon PVC merek Adaron, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur pemerintah daerah setempat.

"Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih terhadap pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan kali ini sehingga pembangunan ruang kelas ini menjadi lebih cepat. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah mendukung sepenuhnya pembangunan ruang kelas baru ini sehingga anak-anak kita dapat belajar dengan aman dan nyaman kembali sehingga tidak ketinggalan pelajaran," tutur Khrisna. (RO/OL-14)

Baca Juga

Dok. Pemprov Jateng

Peringati 1 Abad NU, PBNU Silaturahmi ke Ponpes Roudlotus Sholichin

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:22 WIB
Rombongan PBNU yang diwakili Wakil Sekretaris Jendral Isfandiari Mahbub Djunaidi di Ponpes Roudlotus Sholichiin kali ini merupakan...
MI/Supardji Rasban

DPW Nasdem Jateng Ingatkan Antar Caleg NasDem Jangan Bersaing

👤Supardji Rasban 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:15 WIB
CALON Legislatif (caleg) Partai NasDem diminta untuk tidak saling bersaing dengan antarcaleg Partai NasDem sendiri dalam kontestasi...
ANTARA

Ada Naga 38 Meter di Cap Go Meh Putussibau

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:51 WIB
Sebelum berkeliling di pusat Kota Putussibau, naga sepanjang 38 meter itu terlebih dahulu melakukan ritual di depan Klenteng atau Pekong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya