Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku menyebutkan sebanyak 400 jiwa di Kecamatan Dawelor Dawera, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, mengungsi usai gempa magnitudo 7,5 berpusat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
"Terkait dengan warga yang mengungsi, dapat kami sampaikan di Kecamatan Dawelor Dawera ada 400 jiwa yang mengungsi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Ismail Usemahu seperti dikutip Antara dari Jakarta, Rabu (11/1).
Kemudian untuk warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ismail mengatakan warga yang rumahnya rusak berat mengungsi di rumah keluarga dan kerabat.
"Saat ini situasi mulai kondusif dan masyarakat tidak panik lagi seperti awal kejadian gempa, dan pemerintah provinsi dengan dibantu oleh TNI-Polri bersinergi mulai dari level kabupaten/kota yang terdampak dalam hal ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, dalam penanganan pengungsi," ujar Ismail.
BPBD Maluku telah menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa beras kemudian peralatan evakuasi dan perlengkapan keluarga.
Ismail mengatakan strategi penanganan jangka pendek BPBD Maluku melaksanakan pelayanan terhadap pengungsi, mendata korban luka ringan maupun yang luka berat, memastikan bantuan kesehatan maupun di bidang logistik, dan pendataan serta verifikasi rumah maupun sarana prasarana publik yang rusak.
Baca juga: Gelombang Tinggi Masih Berpotensi Terjadi di Perairan Bali
Gempa bumi magnitudo 7,5 terjadi pada Selasa (10/1) pukul 02.47 WIT. Fenomena aktivitas geologi ini berpusat pada 136 km barat laut Kepulauan Tanimbar dengan kedalaman 130 kilometer.
Data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (10/1) pukul 19.34 WIB menyebutkan lebih dari 70 rumah warga di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten MBD mencatat total rumah rusak di wilayahnya mencapai 73 unit. Dari jumlah tersebut, rumah rusak berat sebanyak 29 unit, sedangkan rusak ringan 44. Tak hanya rumah warga, dua sekolah dan satu gereja mengalami rusak ringan.
Sedangkan korban terdampak, lima warga MBD mengalami luka-luka. Hingga laporan ini diterima Pusdalops BNPB, belum ada laporan warga yang melakukan pengungsian.
Wilayah terdampak di Kabupaten MBD, antara lain tersebar di Kecamatan Dawelor Dawera, Leti, dan Damer. Data kerusakan rumah warga di Kabupaten Tanimbar tercatat sejumlah 92 unit. (Ant/OL-16)
BMKG Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter di Laut Arafura dan perairan Maluku lainnya. Berlaku 8-12 Januari 2026.
Potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Sementara itu, bibit siklon tropis 93W di timur Filipina berpotensi persisten dengan arah gerak ke barat laut, membawa dampak di wilayah timur Indonesia.
Dengan adanya sinergi antar level pemerintahan dan dukungan anggaran yang berkesinambungan, maka diharapkan dapat melahirkan atlet tangguh.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved