Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras disertai angin kencang, yang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (24/12) menyebabkan puluhan rumah warga rusak tertimpa pohon. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerurusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa nahas itu kemudian terjadi pada Minggu (1/1) pukul 06.00 WITa kala guyuran hujan sertai angin kencang, yang terjadi sejak sejak pagi sebelumnya hingga malam hari, dalam sekejap merubuhkan pohon di Kota Larantuka maupun di wilayah Kepulauan Adonara dan Solor.
Tidak hanya bangunan rumah yang rusak namun juga sejumlah fasilitas umum, misalnya jaringan listrik. Signal ponsel pun hilang. Karenanya, warga di sekitar diimbau untuk terus waspada terhadap potensi angin kencang, serta longsor, khususnya warga yang tinggal di kaki gunung maupun di bantaran sungai.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Alam sudah terjun ke lokasi mendata kerusakan sementara korban diarahkan untuk bertahan di rumah keluarga.
Penjabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi, melalui Plt Kalak BPBD Flores Timur Eduard J Fernandez mengatakan, saat ini, Tim BPBD sedang melakukan pendataan di sejumlah titik bencana di Kota Larantuka. Data sementara yang dihimpun, puluhan rumah warga tertimpa pohon besar.
Ia mengimbau seluruh Kepala Desa, Lurah dan Camat agar melakukan pemantauan, pendataan, dan penanganan serta melakukan pelaporan kepada Satgas Bencana di Kantor BPBD Flores timur. (OL-1)
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved