Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANDANGAN unik terjadi saat para para advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) merayakan ulang tahunnya ke-18.
Secara khusus, para advokat yang dipimpin Dr. Pieter Ell Ketua DPC Peradi Papua mengajak serta Santa Claus, dengan mengendarai speed boat, membagikan bingkisan kepada anak-anak di Kampung Asei Kecil, Sentani, pada Kamis (22/12).
"Kami bertolak dari Sekretariat DPC Peradi di Padang Bulan, Waena, menuju Kampung Asei Kecil yang berada di seberang Danau Sentani, untuk membagikan bingkisan Natal kepada ratusan anak-anak Sekolah Minggu di GKI Jemaat Philadelfia Kampung Asei Kecil, Sentani," kata Pieter Ell.
Baca juga : Rayakan HUT Peradi, Otto Tegaskan UU Advokat Menganut Prinsip Single Bar
Dengan menggunakan lima kapal speed boat, rombongan Peradi mendatangi tempat tersebut dan disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak yang sudah menunggu sejak pagi.
"Begitu sampai kami melihat wajah-wajah bahagia anak-anak yang telah menunggu di dalam gereja. Suasana tambah meriah tatkala anak-anak melihat kehadiran Santa Claus yang datang membawa banyak bingkisan Natal," ucap Pieter.
Suasana kian semarak saat pembagian hadiah disertai games, di mana sebelumnya Pieter Ell mengajak anak-anak menjawab pertanyaan, mulai dari seputar Yesus Kristus hingga sepak bola Piala Dunia.
Baca juga : DPC Peradi Jakbar Rayakan Natal Bersama Anak Yatim
Luapan sukacita tampak mengaura ketika anak-anak bersama para advokat menyanyi dan menari bersama.
"Kami sangat senang bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Bagi kami, perayaan HUT ke-18 Peradi ini harus dimaknai sebagai momentum untuk berbagai kepada sesama," ujarnya.
"Jadi, kemeriahan ulang tahun tidak hanya dirasakan oleh anggota Peradi saja, tapi kita tularkan sukacita itu kepada sesama anak bangsa," tutur Pieter yang juga dikenal sebagai aktor layar lebar dan pernah satu frame dengan Syahrini dalam film "Preman Ugal-ugalan" dan "Keluarga Epen Cupen Series" ini.
Baca juga : Otto Optimistis Peradi Tetap Profesional dan Berintegritas
Usai berbagi kasih dan bergembira ria bersama anak-anak di Kampung Asei Kecil, rombongan DPC Peradi Kota Jayapura kembali ke Pelabuhan Kalkhote untuk melanjutkan doa bersama dalam rangka peringatan HUT Peradi ke-18.
"Kita bersyukur Peradi bisa memasuki usia 18 tahun. Ini momentum pentjng untuk bagaimana Peradi terus menggali potensi yang ada dan memaksimalkannya. Selamat ulang tahun Peradi! Salam dari kami di Jayapura," jelas Pieter.
Menutup rangkaian kegiatan HUT ke-18 Peradi, pengurus DPC Peradi Jayapura menebar 3.000 bibit ikan secara serentak di Dermaga Khalkote.
Baca juga : SK Menkumham Pengesahan Peradi Hanya Bisa Dibatalkan Melalui PTUN
"Benih ikan ini ibarat Peradi. Dia akan tumbuh besar dan memberi makna, baik bagi ekosistem dalam air maupun manusia. Begitulah Peradi, harus juga memberi kemanfaatan pada ekosistemnya dan bagi seluruh umat manusia," pungkas Piete. (RO/OL-09)
Enita juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh pengurus dan anggota HAPI agar menjadikan organisasi sebagai ruang pembelajaran bersama, bukan sekadar wadah administratif.
Anggota DPR Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan bahwa Indonesia kini resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum pidana.Hal ini ditandai dengan mulai berlakunya KUHAP baru
Keterlibatan aktor kunci dalam sistem peradilan secara otomatis meruntuhkan kepercayaan publik.
Ia menambahkan bahwa rekomendasi tersebut akan dipublikasikan dan komisi wajib melaporkan hasil kerja kepada Presiden.
Peradi berkomitmen melahirkan advokat berkualitas yang mampu menjalankan fungsi penegakan hukum sekaligus menjaga keadilan.
Peradi mengutuk keras aksi sekelompok preman yang menganiaya atau mengeroyok advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.
Peradi berkomitmen melahirkan advokat berkualitas yang mampu menjalankan fungsi penegakan hukum sekaligus menjaga keadilan.
Peradi menginisiasi kegiatan ini dengan merangkul banyak pihak. Dengan Kodam III Siliwangi merupakan kolaborasi yang pertama.
Peradi mengutuk keras aksi sekelompok preman yang menganiaya atau mengeroyok advokat yang sedang menjalankan tugas profesinya.
Advokat jangan melanggar aturan, apalagi sampai naik dan menggebrak-gebrak meja hakim saat persidangan.
Gebyar Kemerdekaan merupakan agenda tahunan Peradi Jakbar yang juga sebagai ajang silaturahim
Akademisi sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Luhut Pangaribuan menilai RUU KUHAP belum siap untuk dijadikan sebagai undang-undang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved