Minggu 04 Desember 2022, 10:45 WIB

Ribuan Burung Ilegal dari Bali Disita di Pelabuhan Ketapang

Arnoldus Dhae | Nusantara
Ribuan Burung Ilegal dari Bali Disita di Pelabuhan Ketapang

dok.Ant
Petugas menunjukkan tersangka dengan barang bukti burung saat pengungkapan kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Balai Pengamanan dan P

 

RIBUAN burung yang diduga akan diselundupkan dari Bali menuju Pulau Jawa berhasil disita petugas Karantina di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu malam (3/12/2022).

Direktur Eksekutif FLIGHT (Protecting Indonesia's Birds) Maricon Guciano saat dikonfirmasi Minggu pagi (4/12/2022) membenarkan penyitaan oleh petugas karantina Pelabuhan Ketapang.

Ia mengaku sudah mencurigai banyak burung yang dimuat di sebuah kendaraan menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali. Diduga ribuan burung akan dijual secara ilegal ke daerah di Jawa.

"Karena kecurigaan itu maka kami memberikan informasi kepada petugas untuk cek, apakah benar ribuan burung itu legal, dokumen resmi dan seterusnya. Dan ternyata memang benar adanya yakni ilegal. Kami berterima kasih kepada petugas karantina yang menyelamatkan burung tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengembalikan burung tersebut ke alamnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pantauan timnya, populasi berbagai jenis burung kicau di Bali terus mendapat tekanan akibat maraknya perburuan dan perdagangan ilegal. Diperkirakan lebih dari 10 ribu burung kicau diselundupkan dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang setiap bulannya. Burung-burung ini diambil dari alam secara ilegal di berbagai daerah di Bali, seperti Tabanan, untuk memenuhi permintaan pasar pasar burung di Jawa.

"Pelabuhan Gilimanuk di Bali memiliki celah besar yang sering dimanfaatkan pedagang untuk menyelundupkan ribuan burung ilegal ke Jawa setiap bulannya. Mereka diduga kuat bekerjasama dengan oknum aparat sehingga burung ilegal ini dapat lolos ke Pulau Jawa," tutur Guciano

Marison berharap burung sitaan ini dapat segera dilepasliarkan ke alam, bukan dikembalikan ke pemiliknya. Karena burung ini diambil dari alam secara ilegal dan dikirim tanpa dokumen yang sah.

Jika tidak ada upaya yang serius untuk menyelamatkan burung-burung ini, Marison yakin dalam beberapa tahun ke depan beberapa spesies burung kicau akan dengan sangat cepat menghilang dari alam Bali. (OL-13)

Baca Juga: Ancam Lingkungan, Warga Batang Tutup Paksa Penambangan Galian C Liar

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Festival Budaya Puhua untuk Merayakan Keberagaman

👤Lilik Darmawan 🕔Minggu 29 Januari 2023, 12:30 WIB
Halaman sekolah juga disulap menjadi sebuah ruangan yang memerkan berbagai  jenis teh. Ada rancangan instalasi serupa museum yang...
Ist

Perkuat Dukungan di Purwakarta, Relawan Puan Bagikan Ratusan Paket Sembako

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 12:23 WIB
Relawan Puan terus bergerak untuk memperkuat basis dukungan, untuk mendorong Puan Maharani maju sebagai capres pada Pilpres pada 2024...
Dok. Kemenkumham Babel

Ikan Tengkelesak Lenggang Terdaftar di KIK, Pemkab Beltim Puji Pelayanan Kemenkumham Babel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 11:59 WIB
Legaitas itu tertuang dalam Surat pencatatan inventarisasi KIK, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Rl nomer...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya