Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMPAT terhenti beberapa saat, aktivitas tambang liar galian C di Kabupaten Batang, Jawa Tengah kembali beroperasi. Lantaran itu, warga geram dan beramai-ramai menutup tambang karena membahayakan pemukiman penduduk.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (4/12) aktivitas penambangan galian C liar di Desa Polodoro, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang sudah dua hari terhenti, setelah ratusan warga sebagian besar emak-emak, menutup paksa kegiatan tambang ilegal tidak berijin seluas satu hektare tersebut.
Warga memaksa menutup kegiatan tambang galian C ilegal tersebut, karena membahayakan pemukiman warga. Aktivitas pengerukan sudah mendekati rumah warga hingga rawan longsor. "Jarak gerusan tambang liar menjadi tebing setinggi 20 meter itu hanya tinggal 40 meter dari rumah warga," kata Kepala Desa Polodoro, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang Turis.
Dipandang membahayakan pemukiman karena rawan longsor saat musim hujan seperti sekarang ini, lanjut Turis, warga sebagian besar perempuan beramai-ramai menutup tambang galian C liar tersebut, selain menghentikan kegiatan penambangan juga membentangkan spanduk 1—3 meter bertuliskan "Stop Tambang Liar".
Aktivitas penambangan tanpa ijin itu, demikian Turis, sebelumnya dilakukan di desa tetangga yakni Desa Sukomangli, kemudian merambah Desa Polodoro sudah berlangsung selama dua bulan. "Warga resah hingga menutup paksa tambang galian C liar itu," imbuhnya.
Sebelumnya Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Dwi Subagyo mengungkap dalam setahun ini telah menindak 29 kasus penambangan liar, 25 kasus diantaranya telah selesai diproses dengan 27 orang tersangka tersebar di beberapa daerah yakni Magelang, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Grobogan, Pati dan Batang.
Sedangkan empat kasus lainnya, ujar Dwi Subagyo, saat ini masih dalam proses penanganan, namun meskipun sudah dihentikan aktivitas penambangan masih berlangsung secara kucing-kucingan oleh penambangan lainnya karena tidak dijaga. "Tersangka merupakan orang yang menjadi penanggung jawab aktivitas tambang ilegal tersebut," imbuhnya. (OL-13)
Baca Juga: Ganjar Pranowo Siap Sikat Habis Tambang Galian C Ilegal di Jateng
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Dampak cuaca ekstrem ini, bencana angin puting beliung juga menerjang Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
Keduanya ditangkap setelah melakukan perampokan dengan modus meracuni seorang tukang ojek menggunakan kecubung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Geliat investasi ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlu terus diperkuat melalui kepastian lahan dan percepatan perizinan.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Keberhasilan Batang Run 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata pesisir. Apalagi dengan jumlah peserta jauh di atas ekspektasi awal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved