Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIBA-TIBA ada yang menarik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, aroma khas minuman kopi sudah tercium samar-samar ketika melintas di depan Kantor Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang, hingga mengundang siapapun yang melintas untuk menengokan kepada untuk melihat sumber aroma yang menggoda tersebut.
Cuaca di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah tidak terlalu panas, langit berawan dan angin berhembus cukup kencang hingga membuat warga berada di pinggir ruas jalan Pantura menutup hidung, karena debu yang beterbangan bersama kepulan asap knalpot kendaraan yang sedang melintas di ruas jalan Batang-Pekalongan tersebut.
Di sisi lain tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Batang, meskipun arus lalulintas tidak terlihat terlalu padat, namun terlihat lebih ramai dibandingkan biasanya yakni banyak orang berlalu-lalang baik berjalan kaki di trotoar sepanjang jalan itu maupun baik kendaraan roda dua dan empat menuju satu titik yakni Kantor Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang.
Aroma minuman kopi sudah tercium beberapa meter dari pagar kantor tersebut menjadikan siapapun yang sedang melintas cukup penasaran untuk melongok mencari sumber aroma yang menggoda, sebuah tenda dipasang di hajajan kantor yang tidak terlalu besar tersebut dan deretan meja panjang dengan ratusan gelas berisi minuman kopi berjajar di atasnya.
"Ini bukan pedagang yang sedang menjajakan minuman kopi, tetapi kontes kopi yang berasal dari puluhan desa di Kabupaten Batang," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Faelasufa Faiz menjawab rasa penasaran orang yang melintas.
Salah satu keunggulan Kabupaten Batang, ungkap Faelasufa Faiz, adalah produk kopi yang memiliki sejumlah varian seperti Tombo, Pacet, Surjo dan Cablikan, bahkan dalam kontes kopi kalibini diikuti 59 peserta dari desa-desa di daerah ini yang akan memacu pemasaran dan berpotensi yang dapat meningkatkan ekonomi petani kopi serta dubya usaha.
Potensi kopi produksi daerah Batang, menurut Faelasufa Faiz, menjadi sebuah kekuatan ekonomi dan daya tarik luar biasa, karena selain mempunyai banyak varian juga rasa khas hingga banyak digandrungi para penggemar dan penikmat kopi. "Sebagai penggemar kopi saya merasa tertarik untuk mengembangkan penasaran kopi hingga dikenal di Indonesia," imbuhnya.
KepalaDinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi mengatakan kontes kopi kali ini dilakukan sebagai upaya menunjukkan potensi dimiliki di Kabupaten Batang dan meningkatkan gairah para petani kopi, pengusaha dan penggemar kopi baik dari dalam maupun luar daerah Katena Ajan lebih dapat mengenal unggulan yang merupakan sajah satu terbaik di Jawa Tengah.
"Harapan kami para petani kopi dapat lebih memaksimalkan produksinya dan meningkatkan daerah penasaran hibgfavauan menumbuhkan perekonomian daerah ini," kata Sutadi.
Selain terus melakukan pembinaan terhadap petani kopi, lanjut Sutadi, Pemerintah Kabupaten Batang juga membantu pengolahan pascapanen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) hingga memperluas jaringan penasaran. "Penyelenggaraan kegiatan kontes kopi yang semakin intensif ini menjadi daya tarik bagi para penikmat kopi.l," tambahnya.
Di Kabupaten Batang, kopi tidak sekedar kenikmatan sajian minuman khas yang mempunyai jutaan penggemar dan penikmat, tetapi kini telah berkembang menjadi sebuah wahana wisata yang menarik perhatian pelancong, karena suasana perkebunan yang berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, juga sumber edukasi bagi wisatawan.
Di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang berada di ketinggian 500 mdpl perkebunan kopi yang dikelola warga setempat menjadi trip wisata menarik, para pelancong yang datang tidak hanya disuguhi pemandangan perkebunan yang luas atau sekedar kenikmatan kopi, tetapi juga diajak keliling melihat langsung pengolahan biji kopi.

Wisatawan dapat menikmati cita rasa aneka jenis kopi di destinasi wisata tersebut dari mulai arabika, robusta hingga liberikayang masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri seperti kopi arabika rasanya cenderung asam, robusta yang rasanya lebih pahit dan liberika yang rasanya cenderung pahit dan kental dengan tingkat keasaman rendah.
"Jumlah lahan kopi di Kabupaten Batang secara keseluruhan mencapai 6.000 hektare, ini jengadi kekuatan luar biasa karena produksi terus dikembangkan setiap tahun," kata Rifani Zuniyanto, komunitas penggemar kopi Batang.
Selain memberikan pendampingan kepada petani kopi agar dapat meningkatkan produksi dari 1,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare, menurut Rifani Zuniyanto, upaya memasarkan kopi di daerah ini tidak sekedar menjual produk biji kopi, tetapi juga menjadikan perkebunan kopi sebagai wahana edukasi tang menarik.
Pendampingan kepada petani terus berjalan, ungkap Rifani Zuniyanto, seperti di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Batang setidaknya telah mendampingi sekitar 3 ribu petani kopi, belum lagi petani di kawasan lainnya yang jumlahnya auan terus meningkat. "Kami optimistis kopi Batang akan semakin cerah," ujarnya.
Seorang petani kopi di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Batang Wasturi, 53, mengungkapkan hasil perkebunan kopi yang dimiliki sejumlah petani di desa ini, selain memenuhi pasar dalam negeri juga sudah melakukan ekspor kopi yang disebut kopi Curug Genting hingga ke Belanda hingga satu ton per tahun. Secara kebetulan juga tanaman kopi di sini sisa peninggalan Belanda," ucapnya. (H-2)
Dampak cuaca ekstrem ini, bencana angin puting beliung juga menerjang Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
Keduanya ditangkap setelah melakukan perampokan dengan modus meracuni seorang tukang ojek menggunakan kecubung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Geliat investasi ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlu terus diperkuat melalui kepastian lahan dan percepatan perizinan.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Keberhasilan Batang Run 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata pesisir. Apalagi dengan jumlah peserta jauh di atas ekspektasi awal.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kebijakan itu diharapkan bisa menarik pengunjung, sehingga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Selain menjadi pusat operasional regional, kantor pusat ini pun dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved