Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK putus sekolah atau anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tercatat, sebanyak 8.691 anak pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga pendidikan kesetaraan belum atau tidak lagi melanjutkan sekolah.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Untung Sugiharto menjelaskan bahwa penyebab ATS beragam. Faktor ekonomi, pernikahan dini, akses pendidikan yang sulit, hingga rendahnya motivasi belajar, menjadi pemicu utama.
“Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap masa depan generasi muda sekaligus pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah,” ujar Untung.
Menjawab persoalan tersebut, Dindikbud Purbalingga menggulirkan Program Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (PAPA).
Menurut Untung, program ini tidak hanya berfokus mengembalikan anak ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, tetapi juga memberikan keterampilan praktis agar mereka mampu mandiri.
Dengan layanan pendidikan yang murah, relevan, dan sesuai kebutuhan anak maupun kondisi wilayah, pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan hak belajar.
Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengalokasikan dana sebesar Rp1,247 miliar. Bantuan diberikan secara bervariasi, mulai dari Rp450 ribu hingga Rp1,5 juta per anak.
“Masalah kompleks seperti jarak sekolah, keterbatasan akses, kondisi ekonomi keluarga, hingga minimnya motivasi anak, diupayakan teratasi melalui program PAPA ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut anak-anak terbantu dan semakin menyadari pentingnya pendidikan.
“Harapannya, mereka kembali termotivasi menempuh pendidikan yang layak, sehingga berpengaruh langsung pada peningkatan kualitas hidup sekaligus IPM Purbalingga,” ujar Untung. (H-4)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved