Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Populasi Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa di TNGHS kian Menipis

Andhika Prasetyo
04/12/2025 07:49
Populasi Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa di TNGHS kian Menipis
Macan tutul Jawa(Antara)

Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa (Panthera pardus), elang jawa (Nisaetus bartelsi), dan owa jawa (Hylobates moloch), semakin terancam punah. Kondisi itu terjadi karena rusaknya ekosistem dan habitat hutan konservasi.

Kepala Balai TNGHS, Budi Candra, mengatakan pihaknya khawatir karena penurunan populasi terjadi terus-menerus.

“Kita perlu menyelamatkan satwa-satwa ini karena merupakan fauna khas Jawa yang dilindungi,” ujarnya, Kamis.

Data Balai TNGHS tahun 2015 mencatat populasi macan tutul sebanyak 58 ekor, namun pendataan terbaru belum dilakukan. Meski kamera trap masih merekam keberadaan satwa tersebut, jumlahnya menunjukkan tren penurunan.

Untuk elang jawa dan owa jawa, pemantauan terbaru hanya menemukan satu kelompok elang jawa dan dua kelompok owa jawa, yang menandakan penurunan signifikan.

Ia meminta masyarakat turut menjaga habitat satwa endemik tersebut mengingat tekanan kerusakan hutan meningkat, terutama akibat praktik penambangan emas tanpa izin (PETI).

Kerusakan akibat PETI tidak hanya mengancam satwa, tetapi juga flora endemik seperti anggrek, puspa, saninten, dan rasamala yang banyak ditebang penambang untuk akses galian. Budi mengingatkan bahwa kerusakan ekologis ini juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan longsor.

Balai TNGHS mendukung penertiban PETI secara kolaboratif melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama 10 lembaga kementerian dan pemerintah daerah.

Saat ini, Balai TNGHS bersama Satgas PKH, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemerintah Provinsi Banten telah menutup 55 lubang PETI di Resor Panggarangan yang tersebar di Blok Cirotan, Cimari, dan Cisopa. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik