Minggu 13 November 2022, 15:20 WIB

Tokoh Jayapura Harap KPK Periksa Penyimpangan Uang Rakyat Papua  

Mediaindonesia.com | Nusantara
Tokoh Jayapura Harap KPK Periksa Penyimpangan Uang Rakyat Papua  

DOK Pribadi.
Naftali Felle.

 

KENDATI tim KPK sudah memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe di rumah kediamannya di Koya Tengah, Jayapura, lembaga antirasuah itu belum menahannya yang berstatus tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar. Hal ini lantaran Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan menjalani perawatan di kediaman pribadinya itu. 

Setidaknya ada sementara pihak yang merasa lega atas kedatangan KPK untuk memeriksa orang nomor satu di Papua itu. Salah satunya ialah Naftali Felle, Kepala Suku di Kampung Abar, Sentani, Kabupaten Jayapura. Menurutnya, upaya-upaya yang tengah dilakukan KPK dalam rangka mengungkap kasus suap dan gratifikasi yang dituduhkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe sudah tepat dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat Papua.  

"KPK bekerja bukan untuk diri sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat, supaya dana-dana yang dialirkan dari pusat untuk kepentingan masyarakat bisa tersalurkan dengan benar sehingga kita merasa bahwa kami diperhatikan," kata Naftali yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Abar, Sentani, dalam keterangan tertulis, Minggu (13/11). Dalam berbagai pertemuan dan diskusi di kalangan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura selama ini, pada umumnya mereka mengeluhkan seretnya aliran dana pembangunan ke kampung-kampung, karena berbagai penyebab. 

Di antara penyebab itu yakni ada kepentingan elite-elite politik Papua. "Kita tahu bersama masyarakat Papua selama ini kan meminta referendum itu karena apa, salah satu sebab itu mereka tidak merasakan dana-dana yang dikucurkan dari pusat. Karena itu tadi, di elite-elite politik di atas mereka memainkan dana-dana ini untuk kepentingan sendiri," kata pensiunan PNS Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.

Naftali bahkan menyebut, ada dana-dana yang sengaja dipotong untuk kepentingan gubernur. "Selama ini ada dana-dana yang dipangkas untuk kepentingan dan membiayai kerja daripada Lukas Enembe khususnya," kata Naftali.

Karena itu sudah tepat, lanjut Naftali, KPK tidak hanya memeriksa Gubernur Papua, tetapi semua pihak yang terindikasi terlibat dalam pengelolaan uang rakyat di Papua. "Kita tahu bersama bahwa ada antek-anteknya, kaki tangannya Lukas Enembe yang mem-backup dan mendukung supaya Lukas Enembe tidak dibawa ke forum hukum ini. Ada oknum-oknum tertentu yang bermain di belakang mem-backup upaya pemeriksaan dan penangkapan daripada KPK."

Sekali lagi Naftali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat dalam memanipulasi uang rakyat di Papua harus dihukum. "Langkah yang diambil KPK ini tepat karena kita negara hukum. Tiada ada satu orang pun yang kebal hukum,”tutup Naftali." (OL-14)

Baca Juga

Dok. Astra Financial

Didukung Astra Financial, Singkawang dan Sambas Resmikan Mahligai Pesisir

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 16:02 WIB
Pembangunan gerbang pembatas yang diresmikan oleh Pemkab Singkawang dan Pemkab Sambas, mendapat dukungan dari Astra...
MI/Panji Arimurti

Serunya Aksi 1.000 Penari Jaran Kepang di Temanggung

👤Panji Arimurti 🕔Minggu 27 November 2022, 15:19 WIB
Jaran Kepang merupakan kesenian tradisional khas Jawa Tengah. Diketahui, populasi penari Jaran Kepang sangat banyak di desa, termasuk...
Antara

Kemenkes Targetkan 1,2 Juta Anak di Aceh Dapat Vaksin Polio 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 27 November 2022, 15:08 WIB
Hingga saat ini, sudah ditemukan tiga kasus polio anak di Aceh. Pada Senin (28/11) besok, Kemenkes menargetkan imunisasi polio...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya