Selasa 01 November 2022, 10:35 WIB

Banjir Rob Kembali Merendam Pantura Jateng

Akhmad Safuan | Nusantara
Banjir Rob Kembali Merendam Pantura Jateng

MI/Supardji Rasban
Banjir rob di Desa Randusanga Kulon, Kec. Brebes, Kab. Brebes, Jateng.

 

CUACA berawan hingga hujan ringan masih terjadi di beberapa daerah pantura Jawa Tengah memasuki awal bulan November ini, banjir air laut pasang (rob) kembali datang dan warga di wilayah pesisir mulai bersiaga.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (1/11) cuaca di daerah pantura Brebes-Rembang, Jawa Tengah belum sepenuhnya bersahabat, sebagian besar daerah sejak pagi hingga siang berawan dan malam hari kembali turun hujan meskipun dengan intensitas ringan.

Bahkan banjir rob kembali datang merendam beberapa daerah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan Jepara dengan ketinggian air 20-50 centimeter terutama di daerah pesisir dengan radius 1-3 kilometer dari bibir pantai.

"Kita kembali bersiaga, rob mulai datang terutama pada siang dan sore hari, khawatir meninggi dan tanggul sungai jebol lagi," kata Siswanto, 52, warga Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Hal serupa juga diungkapkan Malkhan,58, warga Tugu, Demak air merendam ratusan rumah di desanya pada banjir bulan lalu belum sepenuhnya surut dan warga terpaksa hidup diatas gladak darurat, kini banjir rob kembali datang membuat warga kembali khawatir. "Kami sampai membuat tanggul di halaman rumah," imbuhnya.

Bupati Demak Eisti'anah mengatakan saat ini belum dapat berbuat banyak menghadapi rob yang menjadi langganan di beberapa kecamatan, namun selesainya pembangunan tol Semarang-Demak nanti diharapkan akan mengurangi tob Demak bagian barat.

Rob di Pekalongan juga masih terjadi, pembangunan tanggul laut yang belum selesai menjadikan beberapa wilayah bagian utara daerah ini kembali terendam banjir air laut pasang, meskipun tidak setinggi sebelumnya namun telah membuat beberapa wilayah tergenang.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan berbagai upaya telah ditempuh untuk mengatasi banjir di daerah ini, baik itu akibat tingginya intensitas hujan maupun air laut pasang.

Selain percepatan pembangunan tol laut yang kini sedang digarap, juga dilakukan peninggian tanggul serta normalisasi sungai. "Kita juga telah siapkan ratusan pompa air untuk mengurangi genangan," imbuhnya.

Karena menjadi daerah langganan banjir, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan mulai tahun depan akan penerapan kurikulum muatan lokal (mulok) kebencanaan untuk  pembelajaran di tingkat sekolah dasar (SD).

"Kita telah melakukan kajian, mulok kebencanaan bakal diajarkan di SD, agar pelajar tidak pasif, apatisvdan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi perkembangan perkotaan yang semakin kompleks," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim.

Potensi kebencanaan yang bisa terjadi kapan saja di Kota Pekalongan, lanjut Zainul Hakim, seperti  permasalahan banjir dan rob, sungai yang dipenuhi limbah, sampah dan sebagainya. (OL-13)

Baca Juga

DOK.MI

Warga Banten Diimbau Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:56 WIB
Peringatan kewaspadaan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi Selasa ini di...
DOK.MI

Dua Pemuda Lempar Tamu Hotel dari Lantai 5 Hotel di Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:48 WIB
Tersangka BG tidak terima MNF ini memesan jasa kencan terhadap SH melalui aplikasi Michat tanpa melalui dirinya, hingga terjadi keributan....
ANTARA

BMKG Catat 40 Gempa Susulan di Jember

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:31 WIB
Magnitudo paling kecil tercatat 2,9 dan paling besar 5,3. Untuk magnitudo 5,3 itu dirasakan di Kuta, Denpasar, Jember, dengan skala...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya