Kamis 27 Oktober 2022, 16:33 WIB

RSHS Bandung Konfirmasi 8 Pasien Gagal Ginjal Akut Meninggal

Naviandri | Nusantara
RSHS Bandung Konfirmasi 8 Pasien Gagal Ginjal Akut Meninggal

Ilustrasi
ginjal

 

RUMAH Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Jawa Barat (Jabar) mengonfirmasi ada 8 pasien gangguan ginjal akut yang meninggal dunia. Sejauh ini, RSHS Bandung telah menampung sebanyak 12 pasien gangguan ginjal akut.

Plt Dirut RSHS Bandung Yana Akhmad membenarkan bahwa mayoritas pasien gangguan ginjal akut yang dirawat merupakan balita.

"Jadi memang angka kematian cukup besar, sehingga dari 12 yang kami rawat di atas 50% meninggal, sekarang sudah ada 8 pasien yang meninggal," ujar Yana.

Yana mengungkapkan, RSHS Bandung telah menerima pasien gangguan ginjal akut sejak bulan Agustus 2022. Hingga hari ini, tersisa 1 pasien yang masih menjalani perawatan.

"Sejak Agustus itu 12 pasien, 8 meninggal dunia dan sekarang tinggal satu yang dirawat," imbuhnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada, orangtua harus peka terhadap gejala dari gangguan ginjal akut. Harus tetap waspada, kalau ada gejala yang mirip segera ke dokter.

Yana juga menyebut pihak RSHS Bandung telah mengajukan obat penangkal dari gagal ginjal akut ini tetapi obatnya sampai saat ini belum datang.

"Alhamdulillah hari ini belum ada kasus terbaru. Kami tak menerima pasien baru sejak ada tiga kasus di minggu lalu," ungkapnya.

Baca juga: Tangani Gagal Ginjal Akut Misterius, Pemprov DKI Siapkan RS Rujukan

Yana melanjutkan, untuk mengantisipasi agar kasus gagal ginjal ini tak semakin parah di wilayah Jabar, kini telah ada titik terang penyebab dari kasus penyakit tersebut sehingga bisa secepatnya dilakukan pencegahan.

"Kami sekarang sudah tahu mana saja sirup yang boleh dan enggak. Satu sisi kami mesti meningkatkan penanganannya, karena kasus ini kan kasus umum yang perlu penanganan khusus. Ruangannya juga menggunakan ruang biasa, seperti NICU," tuturnya.

Kepala Divisi Nefrologi KSM Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RSHS Bandung Dany Hilmanto mengatakan pasien anak dengan gagal ginjal akut diterima RSHS sejak bulan Agustus 2022.

"Kita menerima sejak Agustus, dan total ada 12 pasien yang kita terima berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan luar Bandung," ucapnya.

Dany mengungkapkan, 9 dari 12 pasien anak dengan gangguan ginjal akut telah keluar dari RSHS Bandung. Penanganan pasien anak dengan gangguan ginjal akut pun dapat dilakukan dengan baik. Dany tak menampik gangguan gagal ginjal akut dialami oleh balita hingga anak-anak. Pasien gangguan ginjal akut tertua yang ditangani RSHS berusia 13 tahun, rata-rata balita, mayoritas di bawah 5 tahun, yang paling tua itu umur 13 tahun.

"Sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya gangguan gagal ginjal akut. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak panik dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemui gejala-gejala umum dari gangguan ginjal akut," tukasnya.(OL-5)

Baca Juga

Metro TV/Tantawi Jauhari.

Tim Amankan Delapan Pelaku Pembunuhan Polisi

👤Tantawi Jauhari 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:14 WIB
Satu per satu para pelaku dibawa menggunakan sepeda motor dari lorong permukiman padat penduduk dengan tangan diborgol serta dikawal dua...
Ist

Polda Metro Jaya & Relawan Siap Layani Korban Gempa Cianjur Selama 24 Jam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:47 WIB
Polda Metro Jaya menurunkan tim Bidokkes, Brimob dan Relawan SiapBergerak, yang berfokus pada memobilisasi korban di kawasan terisolasi di...
ANTARA

Pencarian Korban Hilang Gempa Cianjur Diusulkan Diperpanjang Lagi

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:42 WIB
Pemkab Cianjur sudah mengusulkan untuk memperpanjang lagi proses pencarian korban hilang akibat bencana gempa di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya