Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikenal sebagai sosok pekerja keras. Seolah tak pernah lelah, disela-sela kesibukannya melayani masyarakat Jawa Tengah, ternyata ia kerap menyempatkan diri untuk membaca buku.
Sejak muda, Ganjar memang senang membaca buku. Ia bahkan pernah memperlihatkan koleksi buku yang ia punya di kantornya saat di wawancara Klub Buku Narasi. Dengan gembira, Ganjar mengenalkan buku-buku berbagai genre miliknya, seperti politik, sejarah, sains, fiksi, hingga teknologi. Buku sejarah menjadi salah satu favoritnya.
Ganjar rupanya kerap mendapatkan kiriman buku dari kawan-kawannya ataupun berasal dari seseorang yang belum dirinya kenal. Contohnya ketika ia ditawari paket yang berisi buku-buku kuno. Buku tersebut menurutnya berisi mengenai nilai-nilai sejarah, salah satunya berjudul “Pedoman Melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat”.
Bagi Ganjar, buku itu memberikan banyak manfaat untuknya dalam memahami dan mengetahui sejarah masa lalu.
Di sisi lain, Ganjar yang seorang aktivis partai juga banyak membaca buku bertema nasionalisme. Salah satu yang menjadi favoritnya yakni buku-buku yang ditulis oleh presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno.
Beberapa buku Ir.Soekarno yang telah habis dibaca Ganjar Pranowo yakni bertajuk “Lahirnya Pancasila”, “Indonesia Menggugat”, “Cerita Sarinah” dan “Di Bawah Bendera Revolusi”.
Namun salah satu buku yang paling menarik bagi Ganjar Pranowo yang ditulis oleh Ir.Soekarno yakni “Di Bawah Bendera Revolusi”. Ganjar menyebut buku tersebut seharusnya dibaca oleh masyarakat Indonesia.
Baca juga : Sahabat Ganjar Gelar Kirab Budaya di Dieng
Ada satu fakta menarik tentang buku tersebut, Ganjar yang hobi membaca buku mengaku sudah memiliki buku “Di Bawah Bendera Revolusi” yang dicetak tahun 60-an. Sayangnya, buku itu hilang dan tak tahu siapa yang meminjam. Untuk itu, ia kembali membeli buku tersebut yang terdiri dari dua jilid yang dicetak pada 2015. Selain itu, Ganjar juga mengaku kerap dikirimi buku oleh seseorang yang tak ia kenal.
“Saya dikirimi (buku) oleh seseorang yang tak saya tidak terlalu kenal, ‘Bung Karno Di Hadapan Pengadilan Kolonial’. Buku ini cukup kuno, tidak tahu (dicoret-coret oleh) anaknya atau cucunyaa sudah dicoret-coret bukunya, dan kemudian dicoba dijilid ulang (bukunya)” jelas Ganjar Pranowo.
Buku berjudul “Bung Karno Di Hadapan Pengadilan Kolonial” diketahui ditulis oleh H.A Notosoetardjo. Selain buku yang bertema sejarah politik, buku favorit Ganjar lainnya berjudul “Homo Sapiens” karya Yuval Noah Harari.
Buku “Homo Sapiens” berisi mengenai sejarah manusia berbagai penyakit dimana salah satu pembahasan dalam buku tersebut yakni membahas tentang bagaimana manusia bisa punah.
Hobi Ganjar membaca buku diikuti oleh putra semata wayangnya Alam Ganjar. Semasa SD hingga remaja Alam doyan membaca novel fiksi salah satunya yang ditulis oleh Rick Riordan.
Ganjar juga menceritakan pertemuannya dengan sejarawan asal Inggris yakni Peter Carey saat datang ke Indonesia. Kala itu, Peter Carey memberikan satu buku untuk suami dari Siti Atikoh ini yang berjudul “Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 Jilid 1” yang ditulis olehnya. (RO/OL-7)
Lewat buku Swipe Therapy, Mira merangkum fase paling rapuh dalam hidupnya, mulai dari rencana pernikahan yang batal hingga kembali menavigasi labirin dunia dating apps.
Total nilai dari ketiga jam tangan yang biasa dikenakan Bill Gates sehari-hari hanya mencapai US$124 atau sekitar Rp2,1 juta saja.
BBW Surabaya 2026 akan diselenggarakan di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3, Lantai 6, mulai dari 29 Januari hingga 8 Februari 2026.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved