Sabtu 01 Oktober 2022, 16:06 WIB

Kubah Lava Barat Daya Gunung Merapi Bertambah Tinggi Semeter

Agus Utantoro | Nusantara
Kubah Lava Barat Daya Gunung Merapi Bertambah Tinggi Semeter

Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Luncuran lava pijar keluar dari kawah Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2022).

 

KUBAH lava barat daya yang ada puncak Gunung Merapi bertambah tinggi hingga 1 meter. Sedangkan kubah lava yang ada di tengah, tidak teramati ada perubahan yang signifikan.

Kepala BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Agus Budi Santosa mengungkapkan hal itu. Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi pada 23-29 September 2022, Agus mengatakan berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.637.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.772.000 meter kubik. Pada minggu ini, lanjutnya, guguran lava teramati sebanyak tujuh kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter.

Intensitas kegempaan Gunung Merapi pada minggu ini juga masih cukup tinggi. Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 218 kali gempa vulkanis dalam (VTA), 18 kali gempa vulkanis dangkal (VTB), 137 kali gempa fase banyak (MP), 403 kali gempa guguran (RF), 50 kali gempa hembusan (DG), dan 7 kali gempa tektonik (TT). Deformasi yang dipantau dengan menggunakan EDM (electronics distance measurement) dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Pos Pengamatan Gunung Merapi mencatat hujan dengan intensitas curah hujan sebesar 47 milimeter per jam selama 85 menit di Pos Kaliurang pada 23 September 2022. Namun tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Baca juga: Pengusaha di Sikka Resah Ada Oknum Jual Nama Kapolda

Dapat disimpulkan, katanya, aktivitas vulkanis Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. 

Sedangkan lontaran material vulkanis bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. "Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Ini mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanis dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," katanya. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Umarul Faruq

BPBD Jatim: 2.219 Jiwa Mengungsi akibat Erupsi Semeru

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:03 WIB
Sebanyak 2.219 jiwa di pengungsian akibat erupsi disertai lungsuran awan panas guguran Gunung Semeru, Kabupaten...
DOK.MI

4 Pelaku Pengeroyokan Anggota Polda Kalteng hingga Tewas Terus Diburu

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 22:50 WIB
Anggota polisi Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono dinyatakan meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sejumlah orang di kawasan Kompleks...
ANTARA/DOK.BNPB

Setelah Status Awas, Gunung Semeru Alami 22 Kali Letusan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 22:27 WIB
Pengamatan visual, Gunung Semeru tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III, kemudian asap kawah tidak teramati dan cuaca berawan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya