Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI bencana di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sepanjang Januari-Agustus tahun ini mengakibatkan kerugian materil sebesar Rp7,6 miliar. Nilai kerugian terbesar diakibatkan banjir yang mencapai Rp5 miliar lebih dengan luasan lahan terdampak mencapai 42,682 hektare.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami, menyebutkan taksiran nilai kerugian sebesar Rp7.661.395.000 itu diakumulasi berdasarkan pendataan kerusakan bangunan rumah maupun infrastruktur serta berbagai fasilitas lainnya. Data BPBD Kota Sukabumi, dari 109 kali kejadian selama Januari-Agustus, terdapat 667 unit bangunan yang rusak akibat dampak bencana.
"Dari 667 bangunan itu, sebanyak 46 unit rusak berat, 165 unit rusak sedang, dan 456 unit rusak ringan," terang Zulkarnain, Rabu (14/9).
Bencana di Kota Sukabumi terdiri dari cuaca ekstrem sebanyak 29 kali dengan taksiran nilai kerugian Rp539.200.000, tanah longsor sebanyak 29 kali dengan taksiran nilai kerugian Rp1.031.875.000, banjir sebanyak 25 kali dengan taksiran nilai kerugian Rp5.042.220.000, kebakaran sebanyak 21 kali dengan taksiran nilai kerugian Rp1.025.100.000, dan puting beliung sebanyak 2 kali dengan taksiran nilai kerugian Rp16 juta.
"Taksiran nilai kerugian paling besar berasal dari banjir yang mencapai Rp5 miliar lebih," ungkapnya.
Zulkarnain menyebut semua wilayah di Kota Sukabumi dikategorikan rawan bencana. Tahun ini, bencana terbanyak terjadi di Kecamatan Cikole yang terdata sebanyak 22 kali. Sedangkan di Kecamatan Lembursitu sebanyak 19 kali, Warudoyong sebanyak 18 kali, Baros sebanyak 14 kali, Cibeureum, dan Citamiang masing-masing sebanyak 12 kali, dan di Kecamatan Gunungpuyuh sebanyak 9 kali. "Terdapat beberapa kelurahan yang jadi langganan bencana," pungkasnya. (OL-15)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Wakaf yang dikelola secara profesional dan produktif akan memberikan dampak jangka panjang.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi.
HARGA daging ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai terpantau naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Tepat satu tahun memimpin Kota Sukabumi, Ayep Zaki menorehkan sejumlah capaian yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved