Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus pencabulan guru agama puluhan siswi di SMP Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, cukup mengerikan. Tersangka Agus Mulyadi, 32, membuat sistem klaster terhadap para korbannya.
Keterangan tersangka Agus Mulyadi, saksi, dan korban terus dilakukan pendalaman oleh polisi. Hasilnya semakin mengejutkan. Ini karena aksi pencabulan terhadap puluhan siswinya tersebut dirancang, baik tempat kejadian seperti ruang kelas, ruang OSIS, maupun gudang, dengan membuat klaster setiap korban.
"Pelaku memisahkan setiap korban dengan sistem klaster yakni 7, 8, dan 9 dalam melakukan aksi pencabulan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Djuhandani Rahardjo Puro. Setiap klaster tersebut, lanjut Djuhandani, diberlakukan berbeda.
Contohnya, pada klaster 7, pelaku hanya melakukan pelecehan. Setelah terbiasa, pelaku masuk klaster berikutnya pencabulan, dan selanjutnya menyetubuhi korban.
Baca juga: Korban Pencabulan Guru SMP Batang masih Bertambah
Dari puluhan korban pencabulan yang merupakan siswinya itu, ungkap Djuhandani, diketahui 10 korban disetubuhi, sehingga dalam kasus ini terus dilakukan pendalaman. Untuk para korban yang semua masih di bawah umur dilakukan pendampingan secara ppsikologi.
Atas perbuatan tersebut, demikian Djuhandani, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat 2 dan Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. "Karena korban masih anak-anak, ada tambahan satu per tiga masa hukuman," tambahnya. (OL-14)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Polres Tangsel menangkap seorang oknum guru SD di Rawa Buntu, Serpong, berinisial YP, 55, Berikut fakta-fakta kasus oknum guru cabuli belasan murid di Tangsel
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
Seorang pria lansia berinisial OC, 77 tahun, warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diamankan oleh anggota Kepolisian setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap sesama lansia.
Kasus pencabulan anak di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik. Berikut adalah 5 fakta penting yang perlu diketahui, termasuk kronologi, bukti, dan penanganan korban.
Sepuluh anak korban pencabulan oleh guru ngaji bernama Ahmad Fadhillah di Tebet, Jakarta Selatan, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka berusia 9 hingga 12 tahun.
SEORANG guru ngaji di Tebet, Jakarta Selatan ditangkap oleh kepolisian terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved