Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tiga kali diguncang gempa yang berpusat di barat laut Kepulauan Mentawai dengan kisaran magnitudo 5, yakni 5,2 Skala Richter (SR), 5,9 SR, dan 6,4 SR pada Senin (29/8) kemarin, sejumlah warga mengungsi ke tempat evakuasi dan beberapa fasilitas umum dilaporkan mengalami rusak ringan hingga rusak berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai Novriadi mengatakan bahwa gempa terasa sangat kuat di daerah Siberut Barat.
"Kita mengimbau warga tetap waspada dan siaga mengantisipasi gempa susulan yang lebih besar dan mengungsi ke tempat evakuasi," ujar
Novriadi di Mentawai, Selasa (30/8).
Mengantisipasi gempa susulan yang lebih besar, warga di Dusun Simalegi muara Desa Simalegi yang bermukim di tepi pantai, mengungsi ke
perladangan masyarakat di dataran tinggi.
Kemudian, sekitar 500 jiwa warga Betaet Desa Simalegi yang juga berlokasi di tepi pantai, mengungsi di dataran tinggi pada tiga titik,
yaitu di posko pengungsi yang dibangun NGO ASB pada program desa tangguh bencana, rumah masyarakat di dataran tinggi, serta perladangan masyarakat (tanpa pondok) di dataran tinggi.
Baca juga: Polda Banten Temukan 3 Ha Ladang Ganja Di Lhokseumawe
Selain itu, di Kecamatan Siberut Utara, sejumlah warga mengungsi ke arah perladangan di Tamairang yang jauh dari pantai.
Sementara itu, kerusakan terjadi pada fasilitas umum SMPN 03 Simatalu yaitu retak-retak pada bagian tembok. Dinding Gedung SDN 18 Simalegi juga retak. Lalu, SDN 11 mengalami rusak berat. Kemudian, dinding Puskesmas Betaet retak dan pintu terlepas.
Satu unit rumah ibadah gereja katolik di Dusun Simalibbeg Desa Simatalu mengalami retak dan plafon berjatuhan. Selain itu, Kkantor Camat Siberut Barat juga retak, dan salah satu rumah warga rusak ringan.
Adapun bantuan yang telah disalurkan ke tempat pengungsian berupa tiga buah terpal untuk tenda pengungsi yang diberikan Kecamatan Siberut Barat dan gudang bansos dari dinas. (OL-16)
ISU mengenai potensi gempa megathrust yang dapat mengguncang wilayah Sumatra Barat, khususnya Kota Padang, kembali memunculkan kecemasan besar di kalangan warganya.
Sebanyak 11 orang dinyatakan hilang saat kapal terbalik di Kepulauan Mentawai.
Kepulauan Mentawai Lepas dari Status Daerah Tertinggal
Kondisi Indonesia di tengah zona antar lempeng tektonik aktif menjadi penyebab rawannya terjadi bencana gempabumi dan tsunami.
Cara membuat gigi mereka runcing adalah dengan menggunakan panokok (palu) dan papaek (pahat) serta Kajut Simakainaok (batang dari kayu simakainaok).
GEMPA bumi Magnitudo 5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai dan juga dirasakan di Kota Padang, Sumatra Barat, pukul 10.50 Wib, Selasa (23/7/24).
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved