Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU mengenai potensi gempa megathrust yang dapat mengguncang wilayah Sumatra Barat, khususnya Kota Padang, kembali memunculkan kecemasan besar di kalangan warganya. Peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai potensi gempa besar yang terjadi akibat pergerakan lempeng Indo-Australia di zona megathrust Mentawai membuat sejumlah warga Padang berbondong-bondong meninggalkan kota dan menuju Batam, yang dianggap lebih aman.
Peringatan ini semakin dikuatkan setelah BMKG melaporkan adanya tsunami kecil setinggi 11 cm yang teramati akibat gempa magnitudo 7,3 yang terjadi pada Selasa dini hari, 7 November 2025. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan bahwa tsunami ini teramati di Stasiun Tanah Bala Nias Selatan.
“Tsunami teramati setinggi 11 cm, berdasarkan data dari tide gauge Stasiun Tanah Bala Nias Selatan,” ujar Daryono. Meski tsunami ini relatif kecil, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah di Sumatera Utara, khususnya Pulau Tanabala, Kabupaten Nias Selatan.
Selain itu, gempa yang terjadi memiliki kekuatan magnitudo 6,9 setelah pembaruan kekuatan gempa. Gempa ini digolongkan sebagai megathrust event, dan dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Siberut, Mentawai, Padang, Bukittinggi, serta daerah lainnya di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. BMKG mengingatkan bahwa meskipun tsunami pertama yang teramati tidak besar, gelombang berikutnya bisa saja lebih tinggi dan lebih berbahaya.
Episentrum gempa terletak di 0.93 Lintang Selatan, 98.39 Bujur Timur, sekitar 177 km barat laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dengan kedalaman 84 km.
Akibat ketegangan yang terus meningkat setelah peringatan tsunami ini, banyak warga Padang memilih untuk meninggalkan kota dan menuju Batam, yang dianggap lebih aman dari potensi dampak gempa dan tsunami. Beberapa keluarga memilih menggunakan jalur transportasi udara dan laut menuju Batam, yang lebih jauh dari pusat gempa dan zona risiko tsunami.
"Kami merasa lebih aman di Batam sementara waktu. Tidak ada salahnya mengambil langkah preventif," ujar Rina, 34, salah seorang warga Padang yang ditemui di Pelabuhan Sekupang, Batam, Sabtu (8/11).
Meskipun pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi yang ada, banyak yang memilih untuk pergi sementara waktu, mengingat ketidakpastian ancaman yang bisa datang kapan saja.
Selain Rina, beberapa warga Padang lainnya juga memberikan komentar terkait keputusan mereka untuk pergi.
"Meskipun saya tahu kita sudah disiapkan dengan jalur evakuasi, rasa cemas dan takut tetap ada. Kami memilih Batam karena lebih jauh dari pusat gempa. Saya merasa lebih tenang di sana," kata Andi, 37, seorang warga lainnya yang juga memilih untuk meninggalkan Padang.
"Tsunami dan gempa memang bisa datang tanpa peringatan, dan melihat kejadian-kejadian sebelumnya, saya rasa ini adalah keputusan yang tepat. Sekarang kami berada di Batam bersama keluarga," ungkap Siti, 44, ibu rumah tangga yang ikut berangkat ke Batam bersama dua anaknya. (H-3)
Sebanyak 11 orang dinyatakan hilang saat kapal terbalik di Kepulauan Mentawai.
Kepulauan Mentawai Lepas dari Status Daerah Tertinggal
Kondisi Indonesia di tengah zona antar lempeng tektonik aktif menjadi penyebab rawannya terjadi bencana gempabumi dan tsunami.
Cara membuat gigi mereka runcing adalah dengan menggunakan panokok (palu) dan papaek (pahat) serta Kajut Simakainaok (batang dari kayu simakainaok).
GEMPA bumi Magnitudo 5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai dan juga dirasakan di Kota Padang, Sumatra Barat, pukul 10.50 Wib, Selasa (23/7/24).
Pemulihan bagi Saudah harus mencakup aspek kesehatan, psikologis, hingga jaminan sosial, mengingat status korban sebagai kelompok rentan.
Wawan menegaskan LPSK telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat guna memastikan perlindungan terhadap korban berjalan optimal.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
MENTERI Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatta Barat (Sumbar), Rabu (28/1).
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved